oleh

Bappeda Kutim Launching Aplikasi SIKOKO CONIC

Berita3.net, Sangatta – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur (Kutim) menggelar sosialisasi dan Implementasi Aksi Perubahan Sistem Koordinasi, Konsultasi dan Coaching Clinic (SIKOKO CONIC) di Ruang Ruang Rapat Kantor Bappeda Kutim, Selasa, (15/06/2021) pagi.

Aplikasi ini merupakan salah satu solusi untuk mendukung program pemerintah mencegah penyebaran covid-19. Inovasi
yang ditawarkan berupa aplikasi online sehingga menguranginya koordinasi, konsultasi serta sejenisnya untuk tatap muka secara langsung.

Adapun gagasan untuk rancangan aksi perubahan yaitu APLIKASI ONLINE. yang dapat diakses secara online baik dengan menggunakan komputer maupun HP android dalam membantu semua perangkat daerah untuk melakukan konsultasi, koordinasi, semua jenis pekerjaan yang menyangkut perencanaan mulai dari pelaksanaan dan tahapan musrenbang dari desa, kecamatan sampai dengan kabupaten, pembuatan user kepala desa di Sistem Impormasi Pembangunan Daerah (SIPD), cara menginput usulan atau hasil musrenbang desa, menginput usulan reses atau pokir anggota dewan sampai dengan renja di perangkat daerah.

Ahmad Firdaus, Selaku Kasubbid Pengkajian Pembangunan Daerah di Bappeda Kutim menjelaskan tujuan aplikasi SIKOKO CONIC tersebut.

“Tujuan Jangka Pendeknya selama
(2 Bulan) dengan tujuan yang dapat dicapai adalah terwujudnya Sistem Informasi Koordinasi, Konsultasi dan Coaching Clinic
berbasis online. Untuk jangka pendek
dengan jangkauan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).” sebutnya.

Selain itu, Ia juga menambahkan bahwa tak hanya itu, Aplikasi ini di rancang juga untuk target Jangka panjang.

“Jangka menengah 1 s/d 2 Tahun yang dapat dicapai adalah terwujudnya pengembangan Sistem Koordinasi, Konsultasi dan Coaching Clinic secara Online, serta pengembangan fitur- fitur baru yang sekiranya dibutuhkan dan diimpelementasikan dilingkungan Kabupaten Kutai Timur dan dapat di akses
oleh semua Perangkat Daerah yang ada di
Kabupaten Kutai Timur dengan jumlah 39 Dinas dan Badan,18 Kecamatan, 139 Desa dan 2 Kelurahan. Tak hanya itu, 2-3 tahun ke depan di harapkan aplikasi ini bisa terintegrasi dengan¬†sistem informasi yang ada yang sudah diimpelementasikan dilingkungan Kabupaten Kutai Timur.” Jelas Ahmad Firdaus didepan puluhan peserta. (As)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI