oleh

Ikut Siapkan SDM Unggul, Pemkab Kutim Komitmen Turunkan Angka Stunting.

Berita3, SAMARINDA- Penurunan angka stunting sangat penting dilaksanakan guna menyiapkan SDM yang unggul. Masalah stunting atau anak yang kerdil tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan anak. Termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, gagal tumbuh, masalah fungsi otak dan perkembangan organ, rentan infeksi, gangguan fisik dan mental, serta mengancam produktivitas dan fungsi hidup di masa depan. Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, dr Setiadi Halim usai menghadiri Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN PASTI) serta Rakerda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Hotel Mercure, Samarinda, Kamis (31/2/2022).

“Kegiatan ini adalah sebuah upaya penyamaan persepsi  antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, khususnya di Kaltim dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Nantinya dari kegiatan ini akan menghasilkan peta jalan untuk mendukung ke rencana aksi nasional. Tujuan utama adalah menyiapkan SDM yang unggul dan bisa bersaing di era global ini,” ujar Setiadi.

dr Setiadi Halim saat menghadiri Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (RAN PASTI)

Dia menambahkan untuk Kutim, angka stunting 2021 sebesar 27,5 persen, sedangkan untuk Kaltim 22 persen. Sementara untuk nasional berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen atau 5,33 juta balita seluruh Indonesia.

“Artinya kita masih tinggi dibandingkan dengan propinsi dan nasional. Jadi Kutim harus kerja keras. Targetnya harus di bawah angka nasional. Tantangan terbesar adalah luas wilayah dan akses transportasi masih terbatas. Fokus sekarang adalah keluarga yang masih rentan stunting terutama di pedalaman,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Kesra Sekprov Kaltim, Ardiansyah mewakili Gubernur Kaltim mengatakan, terkait RAN PASTI, Pemprov Kaltim telah membentuk Tim Percepatan penurunan Stunting (TPPS) dengan menargetkan prevalensi angka stunting pada 2024 sebesar 12,83 persen. Menurutnya Gubernur Kaltim juga menginstruksikan seluruh Bupati dan Walikota membentuk TPPS. Mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.

Kegiatan RAN PASTI ini diikuti sebanyak 225 peserta dari OPD terkait, PB IDI Kaltim, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kaltim, TP PKK. Hadir langsung maupun secara daring. (kopi4/kopi3)