oleh

Kontroversi Bahasa Mandarin, DPRD; Kami Akan Panggil Perusahaan Untuk Klarifikasi

BERITA3.NET SANGATTA – Kewajiban menguasai bahasa Mandarin pada lowongan pekerjaan (loker) salah satu perusahaan di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), memicu penolakan keras dari gedung parlemen.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim melalui Wakil Ketua II Arfan, akan melakukan pemanggilan pada pihak perusahaan untuk mengetahui alasan syarat tersebut.

“Tentu kita akan mengambil sikap, dalam waktu kita akan panggil perusahaan, guna meminta penjelasan  terkait permasalahan ini,” terang Arfan kepada sejumlah awak media.

Menurut Arfan, kehadiran perusahaan sejatinya dapat menyerap tenaga kerja lokal. Ditambah lagi dengan jabatan operator yang ditawarkan, tentu ini sudah banyak peminatnya.

“Kalau ini terbukti diberlakukan, berarti ada penggiringa pelamar asing. Memang ada kesepakatan untuk berinvestasi di Kutai Timur, namun kami meminta perusahaan menjaga norma yang ada,” tutup Arfan. (adv/*/ai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI