oleh

Peserta Didik Ratusan Orang, PKBM Ambalat Mulya Kec. Rantau Pulung Butuh Ruang Kelas Permanen

Berita3.net, Sangatta – Fasilitas sekolah meliputi dua aspek yang sangat penting yakni Sarana dan Prasarana. Fasilitas merupakan kebutuhan siswa yang berperan penting dalam proses belajar mengajar untuk memajukan mutu pendidikan sehingga pendidikan dapat berkualitas dan berintegritas tinggi. Bangunan gedung sekolah juga mempunyai fungsi yang sangat penting dalam pengembangan dan pertumbuhan pendidikan suatu wilayah dan upaya mewujudkan pemerataan pembangunan pendidikan serta peningkatan kualitas dan pengembangan sumber daya manusia, dimana bangunan gedung sekolah digunakan sebagai prasarana pendidikan. Maka dapat disimpulkan bahwa setiap sekolah baik formal maupun non formal sangat membutuhkan gedung sekolah.

 

Proses Pembelajaran di PKBM Ambalat Mulya Sebelum Pandemi Covid-19

Tidak jauh berbeda dengan PKBM Ambalat Mulya yang merupakan sekolah nonformal yang berlokasi di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Rantau Pulung, Kab. Kutai Timur. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau lebih dikenal dengan PKBM merupakan kegiatan pembelajaran masyarakat untuk memberikan keterampilan bagi masyarakat yang tidak sekolah / putus sekolah. Sejak berdiri tahun 2017 sampai saat ini belum memiliki gedung sekolah (ruang kelas baru).

Pelaksanaan pembelajaran hanya dilakukan di gedung Pertemuan Kantor Desa Margo Mulyo dan gedung Prima Agri Rantau Pulung.

Jumadil selaku Ketua PKBM Ambalat Mulya mengatakan bahwa lembaga pembelajaran non Formal (PKBM) yang ia kelola saat ini sangat membutuhkan perhatian dari berbagai pihak / donatur khususnya dari pemerintahan pusat atau daerah setempat untuk membangun ruang kelas baru (RKB ) pihaknya mengatakan karena dengan banyaknya minat dari masyarakat saat ini kekurangan fasilitas yang memadai dan yang terpenting adalah butuhnya ruang belajar yang nyaman bagi para peserta didik atau membutuhkan ruang kelas baru ( RKB ). Pengelola PKBM Ambalat Mulya sudah beberapa kali melakukan koordinasi, pertemuan dengan beberapa pihak dan dinas terkait untuk mengajukan permohonan pembanguan Ruang Kelas Baru (Gedung Sekolah) namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Melihat beberapa sekolah formal yang mendapatkan bantuan ruang kelas baru tentu harapannya juga sekolah nonformal seperti PKBM juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Keceriaan Peserta PKBM (Photo Sebelum Pandemi Covid-19)

Pada tahun ini peserta didik PKBM Ambalat Mulya sudah mencapai 103 orang yang tersebar di beberapa kelompok belajar. Gedung sekolah sangat dibutuhkan karena pembelajaran tidak hanya dilakukan untuk memberikan materi mata pelajaran semata.

Namun banyak program-program lainnya yang turut dilaksanakan oleh PKBM Ambalat Mulya diantaranya adalah Program Keterampilan Menjahit, Membordir, Tata Boga, Komputer dan keterampilan lainnya.

Pada program pembelajaran dan keterampilan tersebut sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Kegiatan yang dilaksanakan dapat dilihat melalui laman media sosial milik pkbm di facebook, instagram, twitter bahkan youtube. Tentunya pelaksanaan program ini membutuhkan tempat tersendiri secara permanen.

Terlepas dengan masa pandemi Covid-19 yang masih melanda saat ini, ketua PKBM Ambalat Mulya masih tetap berharap pemerintah daerah, instansi terkait maupun mitra dapat mengabulkan permohonan bantuan Gedung sekolah yang pernah diajukan. Agar pelaksanaan keterampilan dan secara administrasi, dokument, alat praktik yang dimiliki oleh PKBM dapat dikelola dan ditata dengan baik di gedung PKBM itu sendiri, nantinya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.