oleh

Rapat Dengan Mentan, ini Aspirasi yang disampaikan Aji Mirni Mawarni.

Berita3.net, JAKARTA – Senator asal Kalimantan Timur (Kaltim) Aji Mirni Mawarni, S.T, M.M melakukan Rapat Kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Pertanian untuk membahas Program Kerja Kementerian Pertanian Tahun 2022. Rapat diselenggarakan di Gedung DPD RI, Jakarta Pusat, Senin, 31/01/2022. Rapat dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, Aji Mawar menyampaikan aspirasi rakyat Kaltim kepada Mentan, sebagaimana dikutip dari laman Facebook Aji Mirni Mawarni. Adapun aspirasi yang disampaikan sebagai berikut:

1. Sering terjadinya tumpang tindih pada lahan pertanian di Kaltim
Di tahun 1980-an, para petani di Kaltim memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) di lahan mereka sendiri. Namun, tidak sampai 10 tahun SHM itu berubah menjadi Hak Guna Usaha (HGU) atau konsensi pertambangan. Para petani masih diselimuti kekhawatiran akan pengambil alihan konsensi pertambangan.

2. Program Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kaltim 2021 belum direalisasikan
Pada 2021 ada program alokasi bantuan ternak itik melalui Dirjen PKH Kaltim. Rinciannya, terdapat 30 ribu ekor yang akan dialokasikan pada 60 kelompok di tiga Kabupaten (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara). Hingga saat ini, program tersebut belum terrealisasikan karena adanya refocusing anggaran.
“Harapan Dinas Peternakan di tahun 2022 bisa terrealisasi karena Dinas Peternakan Kaltim sudah menyiapkan kelompok-kelompok yang akan mendapatkan ternak itik ini,” tutur Aji Mawar.

3. Banyak lahan bekas tambang yang tidak dimaksimalkan penggunaaannya
Aji Mawar berharap agar lahan bekas tambang ‘bangun dari tidurnya’. Namun, kondisi lahan bekas tambang membutuhkan kapurisasi yang tinggi. Aji Mawar berharap agar Kementan melirik masalah ini.

Selain itu, Aji Mawar tidak hanya menyampaikan aspirasi dari Rakyat Kaltim melainkan juga Rakyat Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada November 2020 yang lalu, ia mengadvokasikan pencetakan lahan di Kabupaten Wajo, Sulsel bersama Ketua Komite II Yorrys Raweyai.

“Maaf ada beban moril yang harus saya sampaikan, kebetulan juga kakek buyut saya juga dikubur di sana,” tutupnya. (Hana Nushratu/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.