Berita3.net, SANGATTA – Proses pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai memasuki babak lanjutan. Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi bagi pelamar yang mengikuti penjaringan jabatan eselon II.B tahun 2026.
Pengumuman tersebut tertuang dalam dokumen bernomor 020/PANSEL-JPTP/KUTIM/III/2026 yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi, Rizali Hadi, pada Jumat, 27 Maret 2026 di Sangatta. Melalui pengumuman itu, mayoritas pelamar dinyatakan memenuhi syarat administrasi sehingga berhak melangkah ke tahapan seleksi berikutnya.
Rizali Hadi menjelaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan merupakan hasil telaah berkas yang dilakukan secara cermat dan objektif terhadap dokumen yang diunggah para pelamar sejak masa pendaftaran dibuka pada awal Maret lalu.
“Nama-nama tersebut merupakan pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat yaitu utuk posisi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, empat nama dinyatakan lolos yakni Insan Bowo Asmoro, Irma Yuwinda, Piter Buyang, dan Sulisman,” ujar Rizali Hadi dalam pengumuman resmi panitia.
Pada posisi Kepala Dinas Pariwisata, jumlah peserta yang lolos administrasi lebih banyak. Tercatat tujuh nama yang dinyatakan memenuhi ketentuan, yakni Akhmad Rifanie, Danar Takdir Suprayogi, Demmy Adhitia Herwanto, Ilham, Islamuddin Rusmin Reka, Jumraedah, dan Mahriadi.
Sementara itu, untuk jabatan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), delapan pelamar berhasil melampaui tahap verifikasi dokumen. Mereka adalah Akhmad Tarmiji, Andi Nurhadi Putra, Bony Briks, Christanti Widi Astuti, Deky Hermawan, Muhammad Yani, Novian Prananta, serta Saiful Ahmad.
Adapun pada posisi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, panitia menetapkan empat peserta yang dinilai memenuhi syarat administrasi, yaitu Firman Wahyudi, Marhadyn, M Apandi, dan Nurrahmi Asmalia.
Pengumuman tersebut menandai berakhirnya tahap awal seleksi yang berfokus pada kelengkapan administrasi dan kesesuaian dokumen persyaratan. Bagi para pelamar yang dinyatakan lolos, rangkaian seleksi berikutnya telah menanti, sebuah fase yang menuntut kecakapan konseptual sekaligus kematangan kepemimpinan.
Tahap selanjutnya berupa penulisan makalah yang dijadwalkan berlangsung pada 4 April 2026 di Laboratorium CAT Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur. Setiap peserta diberi waktu selama 120 menit untuk menuangkan gagasan strategis terkait percepatan pembangunan daerah, sejalan dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati dalam mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Selepas penulisan makalah, para kandidat akan menghadapi tahapan penilaian kompetensi atau assessment yang digelar pada 6 hingga 8 April 2026. Proses ini direncanakan berlangsung secara kombinasi, yakni melalui metode daring dan luring di kantor BKPSDM. Panitia menekankan disiplin waktu sebagai bagian penting dari penilaian, sehingga setiap peserta diingatkan untuk hadir tepat waktu selama proses seleksi berlangsung.
Rangkaian seleksi tersebut akan mencapai puncaknya melalui tahapan wawancara yang dijadwalkan berlangsung di Balikpapan pada 9 hingga 11 April 2026. Dalam sesi ini, setiap peserta memperoleh kesempatan mempresentasikan makalah selama lima menit sebelum memasuki sesi tanya jawab mendalam bersama tim penguji.
Melalui tahapan ini, panitia seleksi berupaya menjaring figur birokrat yang tidak hanya memenuhi kualifikasi administratif, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kedalaman gagasan, serta ketajaman analisis dalam merespons dinamika pembangunan daerah. (*)






