oleh

Gelar Aksi Damai, Ini tuntutan Aliansi Rakyat Kutim Menggugat.

Berita3.net, SANGATTA – Aliansi Rakyat Kutim Menggugat, ini Tuntutan Aksinya. Sejak pukul 09.15 wita, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kutim Menggugat melakukan aksi damai di Sangatta Kutai Timur (Kutim)

Dimulai di simpang tiga pendidikan hingga berakhir di kantor DPRD Kutim, Senin (11/4/2022).

Aksi damai di Bulan Ramadhan 1443 H itu, Aliansi Rakyat Kutim Menggugat menyampaikan 11 tuntutan, yang dinilai bisa mencekik masyarakat.

1. Menolak dengan tegas perpanjangan masa jabatan Presiden Republik Indonesia, dan penundaan pelaksanaan pemilihan umum 2024.

2. Menolak serta segera batalkan kenaikan PPn 11%, BBM dan usut tuntas penyebab kelangkaan pertalite serta solar.

3. Segera sahkan RUU PKS tanpa dipreteli, dan RUU Masyarakat Hukum Adat.

4. Wujudkan keadilan, dan kebebasan dalam perguruan tinggi di Kabupaten Kutai Timur.

5. Mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sesegera mungkin memaksimalkan reformasi birokrasi demi meningkatkan kualitas, dan inovasi pelayanan publik.

6. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus memprioritaskan, dan mendukung sektor pertanian dalam menciptakan produktivitas, komoditas unggulan berlandaskan agribisnis-agroindustri, hingga ketahanan pangan yang memadai.

7. Mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melakukan investigasi ke industri ekstraktif yang diduga melakukan pelanggaran lingkungan.

8. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur secepatnya menyelesaikan produk hukum ketenagakerjaan secara partisipatif, yang melibatkan seluruh lapisan angkatan kerja.

9. Mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencabut Izin Usaha Toko Modern yang melanggar peraturan kepala daerah.

10. Menuntut pemerintah agar memulihkan hak-hak korban banjir, serta menyusun rencana penanggulangan bencana hingga deklarasikan darurat iklim di Kabupaten Kutai Timur.

11. Investigasi praktik kartel, dan penyebab utama terjadinya kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Kutai Timur.

“Kami tentu akan mengawal tuntutan ini, jika memank belum ada realisasi akan ada aksi yang lebih besar lagi,” ungkap peserta aksi. (lk-01/*)