Berita3.net, Sangatta – Mahasiswa PPL dari STAIS Kutai Timur (Kutim) bekerjasama dengan perwakilan Mahasiswa Pascasarjana S3 Ilmu Pendidikan universitas Islam Nusantara (UNINUS), Dinas PU Kutim, BPBD Kutim menggelar kegiatan Edukasi mitigasi dalam upaya meningkatkan budaya sadar peduli banjir di lingkungan MIN 1 Kutai Timur, Rabu (09/11/2022).
Hadir dalam tersebut Kepala MIN 1 Kutai Timur Bapak Drs. Sirajuddin, M.Pd, Ketua STAIS Bapak H. Arif Rembang Supu, M.Pd, Perwakilan Dinas PU bapak Ir. Masrianto Suriansyah, ST, MM, IPM, dari BPBD bapak Sukasno Haryanto, perwakilan Mahasiswa S3 Uninus Ibu Anjani Putri Belawati, M.Pd serta puluhan warga sekitar, komite sekolah, siswa/siswi, dewan guru, mahasiswa S3 UNINUS melalui via zoom yang hadir sebagai peserta.

“Program ini bekerja sama dengan mahasiswa stais, mahasiswa S3 ilmu pendidikan uninus, MIN 1, BPBD, dinas PU, yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, warga sekitar, komite sekolah, siswa/i yang berkaitan dengan mitigasi bencana, agar mendapatkan pengetahuan secara luas, terkait tindakan bencana banjir sebelum dan sesudahnya.” Sebut Anjani, salah satu Narasumber saat memaparkan materinya.

Selain itu, Ia juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak sehingga acara tersebut bisa terlaksana.
“Terima kasih atas dukungan dari semua pihak, STAIS, MIN 1, Dinas PU, BPBD, dari komite sekolah, dan semuanya, tanpa dukungan bapak ibu kegitan ini tidak dapat terlaksana.” Tambahnya.
Tak hanya itu, dalam seminar tesebut dibuat sesi tanya jawab, untuk mendengarkan saran dan keluhan dari masyarakat lingkungan MIN serta komite sekolah, dengan curah hujan yang tinggi sering mengakibatkan tergenangnya halaman di MIN 1, ini juga menjadi harapan mereka dengan hadirnya dinas PU memberikan solusi adanya perbaikan di sekitar lingkungan sekolah sehingga tidak adanya genangan air di halaman/ lingkungan sekolah MIN di saat curah hujan yangg cukup tinggi.
Tentu harapan lainya bahwa ada lagi kedepan kegiatan-kegitan yang melibatkan unsur pemerintah agar mereka pun tau peran serta pemerintah dalam hal pembangunan dan terutama pada satuan pendidikan yang terdampak banjir sehingga menjadi trauma tersendiri bagi guru, siswa, org tua, serta masyarakat sekitar. (*)






