oleh

Ini Sangatta Selatan

Sangatta Selatan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan TimurIndonesia.

Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, penduduk Sangatta Selatan berjumlah 18.221 jiwa dengan rincian 9.783 jiwa laki-laki dan 8.438 jiwa perempuan dan rasio jenis kelamin sebesar 116.

Desa Sangatta Selatan adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur. Desa ini terdiri dari 30 Rukun Tetangga ( RT ) dan 4 Kepala Dusun dengan setatus definitif.

Luas wilayah Desa Sangatta Selatan sesuai dengan SK Gubernur Kaltim Nomor : 06 tahun 1997. keseluruhan adalah 91.180 ha dan sebagian besar kurang lebih 94 % adalah kawasan Taman Nasional Kutai – ( TNK ).

Letak Geografis desa tergolong sebagai dataran rendah dengan topografi desa datar dan sedikit berbukit-bukit.

Desa ini berbatasan dengan Desa Sangkima disebelah Selatan, Desa Sangatta Utara disebelah Utara, Desa Singa Geweh disebelah Timur dan sebagian besar areal Taman Nasional Kutai ( TNK ) disebelah Barat.

Akses ke Ibukota Kecamatan untuk saat ini relatif sangat dekat kurang lebih 1 km. Jarak Kantor Desa dengan Kantor Kabupaten Kutai Timur kurang lebih 15 km, sementara jarak ke Ibukota lainnya yang terdekat kurang lebih 62 km,

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Kepala Desa dibantu oleh 1 orang Sekretaris dan beberapa Kepala Urusan ( Kaur ) yaitu 1 orang Kaur Pemerintahan, 1 orang Kaur Pembangunan, 1 orang Kaur Umum, 1 orang Kaur Kesra, 1 orang Bendahara dan 2 orang Staf dengan pendidikan rata-rata SLTA .

Desa ini telah mempunyai bangunan khusus Kantor Desa dengan ukuran 8 m x 15 m dengan luas areal 60 m x 80 m termasuk halaman Kantor, dan dilengkapi dengan 1 buah bangunan Gudang dan 1 buah tempat parkir kendaraan. Kantor Desa ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas kantor seperti meja tulis, kursi, alat-alat tulis, Rak-rak file dan buku, mesin ketik 3 unit, komputer 3 unit, Leptop 1 unit, printer 4 unit, telpon/fax 1 unit, kipas angin 8 dan kendaraan roda dua 1 unit.

Demikian juga Badan Permasyawaratan Desa (BPD) telah mempunyai Kantor sendiri bersama Lembaga Pemberdayaan masyarakat ( LPM ) dan PKK, walaupun masih kekurangan fasilitas namun kegiatan tetap berjalan lancar.

Program kedepan direncanakan untuk membangun Kantor BPD dan PKK/ LPM di areal Kantor Desa yang sudah ada, sehingga diharapkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Satu hal fasilitas desa yang sangat penting dan sangat diperlukan oleh desa dan masyarakat adalah Balai Pertemuan Desa yang sampai sekarang belum ada walaupun sudah cukup lama kami ajukan kepada Pemerintah Daerah melalui Musrenbang Desa.

Disamping itu desa juga memberdayakan para Pemuda melalui Karang Taruna Tunas Karya yang cukup giat membantu program Pemerintah desa, dengan jumlah pengurus inti 15 orang, walaupun hanya dengan sedikit bantuan dana desa.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga oleh para ibu-ibu PKK dengan Pos yandunya sebanyak 8 buah cukup membantu program desa dalam upaya mengatasi kesehatan dan gizi Balita di desa Sangatta Selatan.

3. PENDUDUK.

Jumlah penduduk desa Sangatta Selatan berdasarkan hasil registrasi atau administrasi kependudukan sampai dengan saat ini berjumlah 2.068 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 8.670 jiwa terdiri dari laki-laki 4.590 jiwa dan perempuan sebanyak 4.080 jiwa.

Dari sejumlah keluarga tersebut, 321 orang terdaftar sebagai akseptor KB. Besarnya perhatian masyarakat akan pentingnya keluarga berencana dapat terlihat dari rata-rata jumlah anggota keluarga karena demikian dapat dikatakan bahwa rata-rata setiap rumah tangga hanya mempunyai paling banyak 3 orang anak.

Tersedianya data, jumlah penduduk Desa Sangatta Selatan secara teratur adalah salah satu hal yang sangat penting termasuk kelahiran, kematian maupun perpindahan warga.

Namun demikian menilik keberadaan status Sosial masyarakat desa Sangatta Selatan ternyata dari sejumlah keluarga yang ada masih terdapat 295 keluarga yang tergolong keluarga prasejahtera dan sejahtera 1, walaupun dari segi kwantitas jumlahnya cenderung menurun dibandingkan tahun yang lalu ( dari waktu survey ). Jumlah surat miskin yang dikeluarkan desa cenderung menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Demikian juga keluarga yang menerima kartu sehat sebanyak 52 keluarga yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan ( JPS KES ) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu, sedangkan penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan atau menganggur sebanyak 185 orang.

4. PERUMAHAN.

Dilihat dari kronologisnya desa Sangatta Selatan adalah merupakan cikal bakal Kecamatan Sangatta sebelum desa Sangatta Utara berdiri, sehingga rumah-rumah penduduk sampai sekarang masih banyak yang belum diperbaiki karena disamping ekonomi keluarga masih belum mampu, tetapi juga kondisi masyarakat pada waktu itu masih dipengaruhi oleh Taman Nasional Kutai. Namun sekarang sudah mulai tenang dan stabil. Jumlah bangunan perumahan penduduk sekarang secara keseluruhan sekitar 1.898 Unit, yang terdiri dari : 663 buah rumah tidak permanen, 573 semi permanen dan 662 bangunan rumah dengan kualitas permanen.

Meskipun desa Sangatta Selatan dilewati sungai Sangatta namun tercatat hanya 95 unit rumah dengan 215 KK yang bermukim di bantaran atau tepi sungai sedangkan perumahan kumuh ada 3 lokasi seluas kurang lebih 20 ha dengan unit bangunan 122 buah dan 140 keluarga yang tinggal didaerah kumuh tersebut.

Walaupun sebagian rumah adalah tidak atau belum permanen tetapi sebagian besar rumah tangga sudah teraliri dan menggunakan PLN dan hanya 115 keluarga yang menggunakan listrik / penerang Non PLN. Sebagian jalan utama sudah ada penerangan lampu jalan.

Adapun kebiasaan memasak masyarakat desa umumnya sudah menggunakan minyak tanah / kompor dan gas elfiji dan tidak menggunakan kayu bakar.

Melihat keadaan sanitasi masyarakat desa ini makin lama makin terbenahi, seperti halnya MCK hampir setiap rumah sudah ada, hanya yang tinggal di bantaran sungai masih menggunakan jamban umum. Sementara cara membuang sampah sebagian besar masyarakat didalam lubang atau drum kemudian dibakar dan rata-rata keadaan saluran pembuangan limbah cair / air kotor cukup lancar, hanya pembuangan sampah pasar belum tertangani dengan baik, walaupun dari pemerintah desa dan kecamatan sudah berupaya membuat TPS, namun kesadaran sebagian masyarakat pedagang pasar tentang kebersihan sampah masih rendah, terbukti masih banyak yang membuang sampah ditempat sembarangan seperti misalnya dipinggir-pinggir kanan kiri badan jalan H.M.Ardans

Dalam hal kebersihan air bersih untuk keperluan minum, memasak dan mencuci pada umumnya sudah menggunakan air PDAM. Karena didesa Sangatta Selatan sudah ada PAM tersendiri walaupun kualitas dan kwantitasnya belum cukup memadai. Demikian pula masih ada masyarakat yang sudah puluhan tahun kesehariannya akrab menggunakan air sungai, sepertinya sudah terbiasa mengkonsumsi air sungai dengan cara menampung dan menjernihkan, tetapi ada juga yang masih menggunakan air sumur atau belik/kolam yang rumahnya jauh dari sungai atau membeli air untuk keperluan minum/memasak.

5. LINGKUNGAN HIDUP :

Tentang lingkungan hidup tentu sangat didambakan oleh setiap orang, yaitu lingkungan yang bersih yang masih banyak pohon-pohonnya yang rindang, jauh dari polusi limbah industri yang akan mencemarkan lingkungan. Seperti diketahui bahwa penyebab utama banjir adalah dikarenakan penebangan pohon secara besar-besaran dan tidak terprogram.

Berbicara tentang lingkungan hidup tentu tidak terhindar dari bencana-bencana alam yang terjadi misalnya masyarakat yang bertempat tinggal di lereng gunung tentunya harus waspada dengan bencana alam gunung meletus atau tanah longsor, sementara masyarakat yang bermukim pada daerah rawan banjir harus hati-hati dengan kedatangan bencana banjir, seperti di desa Sangatta Selatan didaerah bantaran sungai sering terjadi banjir.

Walaupun keadaan saluran pembuangan limbah cair / air kotor cenderung lancar, dampak pencemaran limbah industri sampai saat ini belum terasa, tetapi dengan maraknya penebangan kayu ilegal secara besar-besaran yang terjadi disekitar areal hutan dan wilayah Taman Nasional Kutai (TNK) serta keberadaan perusahaan pertambangan Migas Pertamina EP. Sangatta, yang sebagian berlokasi diwilayah desa Sangatta Selatan, sedikit banyaknya turut mempengaruhi kelestarian lingkungan di desa ini.

Dalam 3 tahun terakhir sudah 4 kali terjadi bencana banjir di desa Sangatta Selatan dan tercatat 215 KK (900 jiwa) yang bermukim dikawasan rawan banjir ini.

Tercatat pula adanya gangguan hidup setahun terakhir berupa pencemaran air, polusi udara serta berkurangnya ruang terbuka hijau yang diadukan ke Kepala Desa, sedangkan keberadaan tambang Migas sudah sejak lama mencemari areal hutan dan rawa termasuk hutan Negara dan lahan sawah yang sementara tidak diusahakan.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas telah ada upaya pemikiran oleh Pemerintah desa Sangatta Selatan, Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur untuk mengadakan Relokasi bagi masyarakat Dusun Masabang (RT,01, 02, 03, 04) dan Dusun Gunung Teknik RT.02 Margo Rukun. Dan sedang diusulkan Pemerintah Pusat lebih kurang 250 KK atau 900 jiwa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA TERKINI