Berita3.net, TELUK PANDAN – Peresmian Sebatik Flying Site di Bukit Sebatik, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman, menandai babak baru bagi wisata olahraga dirgantara di pesisir Kutim. Arena paralayang pertama di kawasan ini resmi dibuka bersamaan dengan pelaksanaan Festival Paralayang Kutim 2025.
Camat Teluk Pandan Anwar, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas inisiatif Pemerintah Desa Suka Damai bersama Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Kutim yang menggagas pembangunan arena tersebut. Menurutnya, kehadiran Sebatik Flying Site bukan sekadar sarana olahraga, melainkan awal dari pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di wilayah pesisir.
“Desa Suka Damai ini contoh sempurna. Mereka menjaga hutan dengan kesadaran kolektif, bukan karena proyek, tapi karena rasa memiliki. Ini bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan bisa menjadi sumber PAD dan kesejahteraan,” ujar Anwar yang ikut penanaman pohon bersama Bupati di lokasi Sebatik Flying Site.
Namun, Anwar menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan wisata baru ini membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Ia mengakui akses jalan menuju puncak Sebatik Flying Site masih terbatas, hanya berupa jalan tanah berbatu dari Poros Trans Kalimantan.
“Kendati sudah layak digunakan, kawasan ini masih butuh pembenahan. Jika potensi Sebatik Flying Site benar-benar besar dan bisa menambah PAD, maka perlu tindak lanjut berupa peningkatan kualitas jalan masuk yang lebih aman dan memadai,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, langkah awal untuk merealisasikan peningkatan infrastruktur dapat ditempuh melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Usulan pembangunan itu dapat didorong ke tingkat kecamatan dan kabupaten agar menjadi program prioritas.
“Pemerintah Kecamatan tentu akan mendukung dan mengawal penuh usulan dari Pemdes agar terealisasi,” tegasnya.
Anwar berharap, pengembangan wisata berbasis olahraga udara yang digagas FASI Kutim dan Pemerintah Desa Suka Damai ini dapat dikelola secara profesional, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi desa, pengelolaan yang baik juga dapat menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim.
Dengan dukungan pemerintah kecamatan dan semangat masyarakatnya, Sebatik Flying Site kini bukan hanya simbol kemajuan wisata, tetapi juga potret kolaborasi antara pembangunan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.(Adv/setkab_ktm)






