944 Peserta Ikuti Green Hiking KPC, Reklamasi Pascatambang Jadi Arena Edukasi Lingkungan

Berita3.net, SANGATTA – Sebanyak 944 peserta yang tergabung dalam 236 tim mengikuti ajang Green Hiking 2026 yang digelar PT Kaltim Prima Coal (KPC) di kawasan reklamasi lahan pascatambang Peternakan Sapi Terpadu (PESAT), Desa Kabo Jaya, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari Green Olympic 2026 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mengajak karyawan membangun budaya keselamatan, kesehatan kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Perlombaan dimulai pukul 06.30 Wita dengan pelepasan peserta oleh General Manager Mining Development Division (MDD) KPC Seno Syahrin yang mewakili Chief Operating Officer (COO) sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) KPC Hendro Ichwanto. Pelepasan peserta turut didampingi Manager Environment Kiagus Nirwan serta dihadiri perwakilan pimpinan operasional kontraktor.

Sebanyak 236 tim yang mengikuti perlombaan masing-masing terdiri atas empat orang, baik karyawan KPC maupun perusahaan kontraktor. Seluruh peserta diwajibkan menempuh lintasan sepanjang enam kilometer dengan tiga pos tantangan. Dua pos pertama merupakan water station, sedangkan pos terakhir diisi permainan dan kuis bertema lingkungan yang menjadi bagian dari penilaian.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Green Hiking 2026 untuk pertama kalinya menghadirkan dua kategori lomba, yakni kategori general dan all women. Pada kategori general, satu tim dapat terdiri atas peserta laki-laki dan perempuan maupun seluruhnya laki-laki. Sementara kategori all women seluruh anggotanya merupakan perempuan.

Penambahan kategori tersebut terbukti meningkatkan minat peserta. Dari total 236 tim yang terdaftar, sebanyak 26 tim berasal dari kategori all women sehingga jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Ketua Panitia Green Hiking Pascal R. Samban mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan sejak jauh hari, termasuk survei lokasi dan mitigasi risiko demi memastikan kegiatan berlangsung aman.

“Sebelum perlombaan kami telah melakukan survei lokasi dan mitigasi awal guna menjamin kenyamanan, keselamatan, serta keamanan seluruh peserta. Kami juga menyiagakan tim rescue dan tenaga kesehatan dari Klinik ISOS di setiap pos dan beberapa titik lintasan,” kata Pascal.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada manajemen KPC, para PJO kontraktor, sponsor, seluruh panitia, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Green Hiking tahun ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, GM MDD KPC Seno Syahrin mengatakan Green Hiking bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi media edukasi mengenai penerapan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).

“Kami berharap seluruh peserta selalu mengutamakan keselamatan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengikuti seluruh arahan panitia. Kegiatan ini merupakan sarana untuk membangun gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai K3LH,” kata Seno.

Ia menambahkan, pemilihan kawasan PESAT sebagai lokasi perlombaan sekaligus menunjukkan keberhasilan reklamasi lahan pascatambang yang kini memiliki nilai ekologis maupun ekonomi.

“Kami berharap setiap karyawan menjadi duta K3 dan lingkungan, baik di tempat kerja, di rumah, maupun di masyarakat. Dipilihnya PESAT sebagai lokasi Green Hiking juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengelola lahan pascatambang menjadi kawasan hijau yang produktif, termasuk sebagai sentra tanaman pakan dan peternakan sapi,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Fransisco Laverna atau Delon dari PT Triatra Sinergia Pratama (TSP), mengaku antusias mengikuti Green Hiking untuk pertama kalinya sejak bekerja di lingkungan KPC.

“Saya senang mendapat pengalaman baru. Selain menikmati lintasan, kami juga bisa melihat langsung bagaimana kawasan bekas tambang berubah menjadi lahan hijau yang asri dengan berbagai flora dan fauna. Ini memberi pesan bahwa perusahaan benar-benar berupaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan,” kata Delon.

Dalam Green Hiking, penilaian tidak hanya ditentukan oleh kecepatan menyelesaikan lintasan. Tim juga harus mampu menjawab pertanyaan seputar lingkungan serta menunjukkan kekompakan saat menyelesaikan berbagai tantangan di setiap pos.

Green Hiking merupakan salah satu rangkaian Green Olympic 2026 KPC yang mengusung tema “Our Power, Our Planet: Bersama Menghadapi Perubahan Iklim Melalui Aksi Nyata dan Budaya Berkelanjutan.” Rangkaian kegiatan dimulai sejak 6 Juni melalui aksi bersih lingkungan dan dilanjutkan dengan berbagai lomba, seperti Green Innovation Think, Green Office, Kandarigat Award, lomba video pendek, fotografi, poster, yel-yel, Crocodile Boat Race, hingga Green Olympic Goes to School. Seluruh pemenang akan diumumkan pada acara penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026. (*)