Jelang Rakerkab KONI Kutim 2026, Savate Jalani Verifikasi Organisasi dan Pembinaan Atlet

Berita3.net, SANGATTA – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Kutai Timur 2026, tim verifikasi KONI Kutai Timur mendatangi sekretariat Savate Kutai Timur.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan organisasi, aktivitas pembinaan, potensi atlet, serta kesiapan administrasi Savate sebagai salah satu cabang olahraga yang diusulkan masuk dalam pembinaan olahraga prestasi di Kutai Timur.

Tim verifikasi dipimpin Wakil Ketua I KONI Kutai Timur Jepi Darsono, didampingi Wakil Sekretaris I Rahman dan Bidang Organisasi Khairuddin.

Dalam proses verifikasi, tim KONI mengecek sejumlah aspek, mulai dari keberadaan organisasi, program pembinaan, atlet, pelatih, wasit, hingga kelengkapan administrasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap cabang olahraga yang akan menjadi bagian dari pembinaan KONI memiliki organisasi yang aktif serta sistem pembinaan yang jelas dan terukur.

Ketua Savate Kutai Timur M. Ikhsan menyambut baik proses verifikasi tersebut. Ia berharap kehadiran KONI dapat memberikan arahan dan dukungan agar pembinaan Savate di Kutai Timur semakin berkembang.

Saat ini, Savate Kutai Timur tercatat memiliki 28 atlet. Mereka berasal dari jenjang sekolah dasar hingga kategori dewasa.

Para atlet tersebut menjalani latihan dan pembinaan di lingkungan Hidayatullah.

Ikhsan berharap pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan atlet berprestasi sekaligus memberikan kontribusi bagi perkembangan olahraga Kutai Timur.

Wakil Ketua I KONI Kutai Timur Jepi Darsono mengatakan, verifikasi tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi.

Menurut dia, KONI ingin memastikan organisasi cabang olahraga benar-benar aktif, memiliki sistem pembinaan, serta mempunyai basis data atlet dan tenaga keolahragaan yang jelas.

“Kita ingin memastikan organisasi cabor berjalan, pembinaannya jelas dan berorientasi pada prestasi. Kemudian data atlet, pelatih, serta wasit juga harus tertata dengan baik,” ujar Jepi.

Ia menjelaskan, dalam struktur KONI Kutai Timur terdapat lima wakil ketua dengan bidang tugas masing-masing. Wakil Ketua I menangani bidang organisasi, prestasi, dan data.

Karena itu, tiga aspek tersebut menjadi bagian penting yang harus ditunjukkan oleh setiap cabang olahraga.

Jepi menilai, pendataan atlet merupakan salah satu fondasi dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Data yang diperlukan tidak hanya berkaitan dengan jumlah atlet, tetapi juga mencakup usia, prestasi, pelatih, wasit, hingga perkembangan atlet dari waktu ke waktu.

“Kalau datanya tertib, kita bisa melihat potensi dan perkembangan atlet. Dari situ KONI dapat menyusun kebijakan pembinaan yang lebih tepat,” katanya.

Hasil verifikasi Savate selanjutnya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pembahasan dan proses penerimaan cabang olahraga baru pada Rakerkab KONI Kutai Timur 2026.

KONI Kutai Timur menegaskan, setiap cabang olahraga yang akan masuk dalam pembinaan KONI harus memiliki organisasi yang aktif, program pembinaan yang terukur, serta sistem pendataan atlet dan tenaga keolahragaan yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)