Berita3.net, SANGATTA – Di halaman Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), udara pagi Senin (29/10/2025) itu terasa berbeda. Puluhan peserta berseragam lapangan berbaris rapi, bendera BAZNAS Tanggap Bencana berkibar di antara semangat kebersamaan. Dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur (Kaltim), mereka datang dengan satu tujuan, memperkuat kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana.
Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, membuka langsung Apel Kesiapsiagaan dan Pelatihan Manajemen Tingkat Dasar BAZNAS Tanggap Bencana se-Kaltim dengan penuh kebanggaan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas relawan dan koordinasi antarlembaga zakat dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di era yang kian kompleks.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan delegasi BAZNAS dari kabupaten/kota se-Provinsi Kaltim,” ujar Ardiansyah.
Ia menyambut hangat para peserta yang datang ke Sangatta, memperkenalkan Kutim sebagai daerah kaya sumber daya alam dan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.
“Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah kegiatan penting ini yang memperkuat semangat kolaborasi antar-BAZNAS di seluruh Kalimantan Timur,” lanjutnya.
Ardiansyah menilai peran BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) sangat strategis, baik di tingkat nasional maupun daerah. Ia menekankan bahwa lembaga ini bekerja berdasarkan dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
“Program ini merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai Islam dalam aksi kemanusiaan dengan menjunjung tinggi prinsip syariah, keadilan, kebersamaan, dan akuntabilitas,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan konsep 4R yang menjadi roh dalam kegiatan BTB. Rescue (penyelamatan), Relief (bantuan dasar), Recovery (pemulihan sosial ekonomi), dan Reconstruction (pembangunan kembali). Empat tahapan ini, menurutnya, bukan hanya konsep di atas kertas, tetapi harus dijalankan dengan semangat kerelawanan, edukasi, sinergi multipihak, dan aksi berbasis komunitas.
Tak lupa, Ardiansyah memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kutim yang dinilainya konsisten menjalankan amanah sosial, terutama dalam mendukung program pemerintah daerah di bidang kebencanaan.
“BAZNAS Kutim telah menunjukkan kerja nyata dalam membantu masyarakat saat bencana datang,” ujarnya.
Data yang ia sampaikan mempertegas hal itu. Pada 2022, bantuan kebencanaan mencapai Rp321 juta untuk 142 keluarga, 2023 sebesar Rp246 juta bagi 78 keluarga, 2024 melonjak drastis menjadi Rp4,39 miliar untuk 809 keluarga dan hingga Oktober 2025 telah menembus Rp2,2 miliar bagi 604 keluarga terdampak.
“Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi yang berkepanjangan. Karena itu, kesiapsiagaan adalah kunci dalam mengurangi risiko dan mempercepat pemulihan,” tegasnya.
Ia berharap pelatihan tersebut menjadi ruang belajar bersama dan penguatan solidaritas.
“Saya berharap kegiatan ini bukan hanya pelatihan teknis, tetapi juga wadah berbagi pengalaman, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antar-BAZNAS,” tutur Ardiansyah.
Bupati menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa Pemkab Kutim siap bersinergi dengan seluruh BAZNAS di Kaltim.
“Hal ini sejalan dengan visi daerah kita, yaitu terwujudnya Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutim Masnif Safwan, dalam laporannya menyebutkan kegiatan ini diikuti 73 peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim serta perwakilan dari 18 kecamatan di Kutim.
“Kegiatan ini juga melibatkan 60 pelajar tingkat SMA penggerak pramuka dari Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebencanaan dan kemanusiaan,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan, pelatihan ini diharapkan melahirkan relawan tangguh yang siap menjadi garda depan dalam penanggulangan bencana dan memperkuat sinergi kemanusiaan antara BAZNAS dan pemerintah daerah. (Admin_bt3)






