Berita3.net, MUARA WAHAU – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meresmikan Jembatan Gantung Jabdan di Desa Persiapan Jabdan, Kecamatan Muara Wahau, Selasa (20/1/2025). Infrastruktur pejalan kaki tersebut diharapkan memperkuat aksesibilitas dan konektivitas warga antarwilayah.
Jembatan gantung tipe rigid dengan bentang sepanjang 100 meter dan lebar 1,8 meter itu dibangun pada Tahun Anggaran 2025. Keberadaannya menjadi sarana penghubung strategis yang selama ini dinantikan masyarakat setempat.
Jembatan Jabdan membentang di atas Sungai Wahau dan menghubungkan Desa Persiapan Jabdan dengan Desa Agro serta kawasan perkebunan di sekitarnya. Infrastruktur ini dinilai penting untuk menunjang mobilitas harian warga.
Ketua RT 06 Desa Persiapan Jabdan, Muhammad Fadlan, mengatakan pembangunan jembatan tersebut membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Menurut dia, akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan aktivitas ekonomi kini menjadi lebih mudah dan aman.
“Jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat. Anak-anak sekolah, petani, dan warga yang bekerja di perkebunan kini tidak lagi kesulitan menyeberang Sungai Wahau,” ujar Fadlan.
Peresmian jembatan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Kepala Badan Kesbangpol Kutim Muhamman Basuni, Camat Telen Petrus Ivung, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Agusriansyah Ridwan, Kasatpol PP Kutim Fata Hidayat, serta Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Yuwana Sri Kurniawati.
Camat Muara Wahau tidak dapat hadir karena alasan kesehatan dan diwakili oleh Sekretaris Camat Muara Wahau, Meylinda. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim dan DPRD Provinsi Kaltim atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kutim dan Anggota DPRD Provinsi Kaltim yang telah merealisasikan pembangunan jembatan ini. Manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Meylinda.
Ia menambahkan, Jembatan Gantung Jabdan tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi, tetapi juga meningkatkan keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari melintas dari RT 09 menuju Desa Jabdan.
Pemerintah daerah berharap keberadaan jembatan ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan Kutai Timur. (*/bt3)






