Berita3.net, SANGATTA – Pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah memasuki babak baru. Pendekatan deep learning yang mengedepankan kesadaran, makna, dan kegembiraan kini menjadi strategi utama dalam transformasi kurikulum PAUD. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggandeng Lembaga Pendidikan dan Pelatihan EL Rahmah Samarinda serta Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) untuk menggelar pelatihan intensif selama tiga hari, 3-5 Agustus 2025, di Hotel Royal Victoria, Sangatta.
Dibuka oleh Bunda PAUD Kutim Ny Hj Siti Robiah, kegiatan bertajuk Strategi Implementasi Transformasi Kurikulum PAUD dengan Pendekatan Deep Learning ini diikuti 54 peserta. Mereka terdiri dari tim penilai, pengembang kurikulum tingkat kabupaten dan kecamatan, hingga penilik serta pengembang karakter. Seluruhnya diarahkan menjadi agen perubahan di lembaga masing-masing.
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono, menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap prinsip-prinsip kurikulum PAUD berbasis deep learning. Menurutnya, pendekatan ini mampu menciptakan proses belajar yang lebih profesional dan responsif terhadap perkembangan anak.
“Seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip pendekatan ini, serta menjadi agen perubahan dalam pengembangan komunitas belajar di lembaga PAUD masing-masing,” ujarnya.
Dalam dunia pendidikan, deep learning mengacu pada pembelajaran bertingkat yang meniru sistem kerja jaringan saraf tiruan pada teknologi kecerdasan buatan. Namun dalam konteks PAUD, pendekatan ini lebih dari sekadar metodologi, ia menjadi cara berpikir yang berlandaskan mindful, meaningful, dan joyful.
Hal ini ditegaskan oleh Bunda PAUD Kutim, Hj Siti Robiah. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya pembaruan kompetensi yang selaras dengan arah kebijakan pendidikan nasional.
“Setiap lima tahun, terjadi perubahan dalam kebijakan dan program pendidikan. Tim pengembang kurikulum, penilik, dan pengembang karakter harus terus meng-upgrade diri agar program pusat bisa segera diimplementasikan di daerah dan diteruskan ke para pendidik di wilayah masing-masing,” katanya.
Siti Robiah juga berharap bahwa deep learning tak sekadar menjadi pendekatan teknis, tapi tumbuh menjadi budaya berpikir para pendidik dalam membentuk karakter anak secara menyeluruh sejak dini.
Narasumber utama dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek RI Rizki Maysura, mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme peserta. Menurutnya, pelatihan ini adalah pondasi penting untuk menciptakan sistem pembelajaran yang benar-benar menyentuh dimensi tumbuh kembang anak.
“Saya melihat antusiasme peserta luar biasa. Ini modal besar untuk menghadirkan transformasi pendidikan yang lebih bermakna di tingkat daerah. Deep learning bukan hanya soal teori, tapi bagaimana kita menciptakan pengalaman belajar yang benar-benar menyentuh tumbuh kembang anak,” jelas Rizki.
Disdikbud Kutim berkomitmen menjadikan pelatihan ini sebagai awal dari rangkaian penguatan kapasitas guru PAUD. Program lanjutan berupa pendampingan dan pelatihan berkelanjutan akan terus digulirkan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Kutim.
Dengan dorongan kolaboratif dari pemerintah daerah, narasumber nasional, dan semangat guru-guru PAUD, Kutim menunjukkan keseriusannya dalam menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya cerdas, tetapi juga sadar, bermakna, dan menggembirakan. (*)










