Berita3.net, SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin memaksimalkan pemanfaatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) sebagai upaya memperkuat pengendalian harga pangan di wilayah setempat. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menekankan pentingnya transparansi dan akurasi data harga komoditas di pasar tradisional.
Kepala Disperindagkop Kutim, Nora Ramadhani, menegaskan bahwa SP2KP menjadi instrumen vital untuk membaca kondisi pasar secara real time. Sistem ini memudahkan pemerintah daerah mengetahui fluktuasi harga serta memantau ketersediaan bahan pokok di tiga pasar tradisional besar di Kutim, yang dijadikan sebagai sumber rujukan data harian.
Nora menjelaskan, SP2KP merupakan kebijakan nasional yang dirancang untuk memperkuat pengawasan harga pangan di seluruh Indonesia. Dengan sistem tersebut, pemerintah daerah dapat mengakses informasi faktual mengenai kondisi lapangan tanpa jeda waktu.
“Kami mengupdate harga dan stok pangan di SP2KP setiap hari agar masyarakat bisa langsung mengetahui perkembangan terbarunya,” jelasnya belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa data yang masuk ke dalam SP2KP dihimpun dari laporan rutin Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pasar yang berada di bawah koordinasi Disperindag Kutim. Laporan tersebut menjadi dasar validasi ketersediaan komoditas dan potensi kenaikan harga di lapangan.
Saat ini, Disperindag Kutim mengelola tiga UPTD pasar, yakni Pasar Induk Sangatta, Pasar Landasan Muara Wahau, dan Pasar Sangkulirang. Ketiganya juga mengawasi sejumlah pasar rakyat lain yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai bagian dari jejaring pemantauan.
Melalui SP2KP, Disperindag Kutim memonitor 50 komoditas bahan pokok dan penting, seperti beras, cabai, minyak goreng, gula, daging, telur, dan kebutuhan harian lainnya. Pembaruan data yang dilakukan setiap hari membantu pemerintah mengantisipasi potensi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan atau kenaikan permintaan.
Untuk memperluas akses informasi harga kepada masyarakat, Disperindag Kutim juga menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika, dan Persandian (Diskominfo Staper) dalam penyediaan videotron khusus.
Layar informasi tersebut disiapkan agar masyarakat dapat melihat perkembangan harga pangan secara langsung tanpa harus datang ke pasar.
“Rencananya videotron akan kami tempatkan di Pasar Induk Sangatta, dan insyaallah dapat terealisasi tahun ini,” tambah Nora.
Dengan penguatan pemantauan harga melalui SP2KP dan penyediaan sarana informasi yang lebih terbuka, Disperindag Kutim berharap stabilitas harga bahan pokok dapat terus terjaga dan masyarakat semakin mudah memperoleh informasi kebutuhan pangan secara cepat dan akurat. (Adv/diskominfo_ktm)






