DPRD Kutim Soroti Penyerapan Anggaran Pemkab Kutim Belum Maksimal

Berita3.net, SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui anggota Komisi B Faizal Rahman, menyoroti kinerja Pemkab Kutim terkait dengan penyerapan anggaran yang belum maksimal.

Menurut Faizal, pemerintah dan DPRD Kutim telah sepakat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kutim, saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 tahun lalu.

“Hingga saat ini penyerapan anggaran baru 700 milyar rupiah. Dibandingkan dengan dana yang masuk sudah melebihi 2,8 triliyun rupiah, nilai penyerapan ini masih sangat kecil,” ungkap Faizal Rachman, saat dimintai keterangan sejumlah awak media.

Dirinya pun meminta keapda pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang strategis, sehingga proses lelang bisa segera dilakukan lebih awal dan penyerapan bisa maksimal. “Harusnya bulan 3 dan 4 sudah running tendernya, karena pasti membutuhkan proses pengerjaan sehingga tidak langsung terbayarkan,” beber Faizal.

“Contoh saja, kalau tender bulan tiga dan pengerjaan dilakukan selama tiga bulan, kan bulan 7 baru bisa terserap karena ini program fisik. Sementara ini sudah masuk bulan 6, baru belum ada proses lelang, jadi kira-kira bisa ngga itu diselesaikan. Kan sangat disayangkan,” sambungnya.

Ditanya mengenai kendala yang dihadapi Pembak Kutim terkait keterlambatan penyerapan anggaran, Faizal menuturkan, bahwa pemeirntah mengakui ada sejumlah permasalahan termasuk nomenkaltur dinas dan asistensi ulang. “Harusnya pertanyaan ini ke Pemkab Kutim, namun sedikit bocoran dengan terlambatnya penyerapan ini yakni adanya pergeseran anggaran dan perubahan nomenklatur dinas,” imbuhnya.

Politisi Partai PDI-Perjuangan tersebut mengungkapkan pihaknya telah beberapa kali mengingatkan pemerintah untuk mempercepat lelang, sehingga dapat mengejar ketertinggalan infrastruktur.

“Kami menyampaikan yang pusat sudah minta ijin, kita ijinkan malah kita suruh percepat. nah bagaimana dengan APBD kok sampai sekarang belum jalan, Gimana mau mengejar ketertinggalan pembangunan kalau seperti itu,” tutupnya (adv/Ao)