oleh

Dua Kecamatan di Kutim Belum Terima Migor Dari Disperindag Gara-gara Cuaca.

Berita3.net,SANGATTA – Gara-gara faktor curah hujan yang tinggi, akses jalan menuju dua kecamatan di Kutai Timur (Kutim) yakni Batu Ampar dan Muara Ancalong menjadi rusak. Hal ini menjadi kendala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk mendistribusikan minyak goreng (Migor) dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu.

“Dua kecamatan belum bisa kita penuhi. Kecamatan Batu Ampar dan Muara Ancalong karena terkendala jalan yang rusak akibat curah hujan,” ucap Kepala Disperindag Kutim, Zaini melalui Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan, Ahmad Doni Efriadi.

Doni sapaan akrabnya, mengatakan itu salah satu penyebab pendistribusian Migor curah di Kutim belum teralisasi secara maksimal. Seyogianya dari 18 kecamatan sudah dapat merasakan migor dengan HET yang berasal dari Kota Bontang. Jadi, Doni mengakui untuk mendistribusikan Migor curah harus melihat cuaca. Seperti cuaca panas selama satu pekan penuh untuk mengirimkan migor curah.

“Sebab mobil pendistribusian yang kita miliki berkapasitas 15 ribu liter, tetapi hanya bisa di jalan umum. Misal di Samarinda, Bontang sampai Sangatta,” imbuh Doni saat di wawancara awak media usai Rakor penertiban antrean pengisian BBM di SPBU, di Kantor Bupati Kutim, Selasa (28/6/2022).

Doni menerangkan ada solusi dari pihak kecamatan yaitu dengan menjemput bola. Dengan membawa mobil dari Batu Ampar dan Muara Ancalong lalu mereka yang mendistribuskannya. Disperindag pun menerima usulan tersebut dengan syarat tidak meminta anggaran dari Disperindag.”Tetapi usulan itu hingga kini tidak kunjung terlaksana,” tutupnya. (Bt3)