HUT RI ke-81, Pengusaha Kutim Hebat Dorong Ketahanan Ekonomi Daerah di Tengah Lesunya Ekonomi Nasional

Berita3.net, SANGATTA – Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat memaknai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat nasionalisme sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi daerah di tengah kondisi ekonomi nasional dan global yang penuh tantangan.

Ketua Presidium Pengusaha Kutim Hebat, Abdul Haris, mengatakan peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi panggilan bagi seluruh pelaku usaha untuk mengambil tanggung jawab dalam menjaga dan memperkuat perekonomian daerah.

“Di tengah realitas ekonomi nasional yang sedang lesu dan pusaran ekonomi global dalam kondisi yang sama, ketika daya beli melemah, pada saat itu pula ketidakpastian global terus membayangi,” kata Abdul Haris.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan kemampuan adaptasi dan strategi usaha yang lebih kuat. Pelaku usaha di Kutai Timur (Kutim) perlu melakukan transformasi manajemen dari sekadar bertahan menjadi lebih tangguh atau resilient.

Langkah pertama yang dinilai penting adalah melakukan reorientasi manajemen. Dunia usaha harus mampu membaca perubahan, mengantisipasi risiko, serta membangun model bisnis yang lebih fleksibel agar tetap mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi.

Selain itu, efisiensi berbasis teknologi dan digitalisasi perlu diperkuat untuk memangkas biaya operasional yang tidak diperlukan. Adopsi teknologi tepat guna juga dinilai penting agar produktivitas sumber daya manusia dapat dioptimalkan dan penggunaan anggaran menjadi lebih tepat sasaran.

Abdul Haris juga mendorong pelaku usaha melakukan diversifikasi portofolio bisnis agar tidak terlalu bergantung pada satu sektor utama, seperti pertambangan dan kelapa sawit.

Potensi hilirisasi, menurut dia, harus terus dikembangkan sehingga produk dari sektor unggulan daerah tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk jadi yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

“Penguatan sektor UMKM lokal juga penting. Usaha mikro dan kecil terbukti memiliki daya tahan ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1998. Karena itu, sektor ini perlu terus diperkuat dan dilembagakan sebagai bagian penting dari struktur ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, efisiensi ekonomi daerah harus menjadi perhatian bersama dengan tetap menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada pengusaha lokal. Sinergi lintas sektor juga diperlukan, terutama antara pengusaha daerah dengan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kutim.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat menciptakan mata rantai ekonomi yang saling menguntungkan. Pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok dan aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring masuknya investasi ke daerah.

Di sisi lain, Abdul Haris menilai masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal pelaksanaan program pembangunan daerah, termasuk 50 program unggulan pemerintah daerah serta program nasional yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sinkronisasi dengan kebijakan nasional, seperti ketahanan pangan dan peningkatan gizi, juga dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam menekan angka stunting.

Menurutnya, menjaga kondusivitas iklim investasi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Isu-isu yang tidak benar dan berpotensi melemahkan kepercayaan investor perlu disikapi secara bijak dengan mengedepankan informasi yang akurat.

“Kita harus menjaga iklim investasi swasta yang masuk ke Kutai Timur. Ini merupakan tanggung jawab bersama agar investasi yang datang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” katanya.

Abdul Haris juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sektor pertambangan, perkebunan maupun industri seperti pabrik semen harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta prinsip keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, pembangunan ekonomi dapat berlangsung dalam suasana yang nyaman, harmonis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kutim.

Ia optimistis tantangan ekonomi nasional saat ini justru dapat menjadi momentum pembuktian bagi pengusaha Kutai Timur untuk menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berdiri mandiri.

“Melalui kecerdasan manajemen, tantangan ekonomi nasional saat ini justru dapat diubah menjadi pembuktian bahwa pengusaha Kutai Timur mampu mandiri, adaptif dan menjadi motor penggerak utama kesejahteraan,” tutur Abdul Haris.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan pendekatan tersebut, berbagai tantangan ekonomi global diyakini dapat dihadapi secara bersama-sama.

“HUT Kemerdekaan ke-81 ini harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membuktikan bahwa pengusaha daerah mampu mengambil peran dalam membangun Kutai Timur,” tutupnya. (*)

……………..

Penulis: Abdul Haris

Ketua Presidium Pengusaha Kutim Hebat