oleh

Ini Kaubun

Kaubun adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kutai TimurKalimantan TimurIndonesia.

Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, penduduk Kaubun berjumlah 9.507 jiwa dengan rincian 5.300 jiwa laki-laki dan 4.207 jiwa perempuan dan rasio jenis kelamin sebesar 126.

Kecamatan Kaubun merupakan eks daerah permukiman transmigrasi yang dibuka oleh pemerintah pusat pada tahun 1988 oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang waktu itu masih bernama Kaliorang. Kawasan Permukiman Transmigrasi Kaliorang terletak di wilayah Kecamatan Kaliorang dengan Pola Usaha permukiman transmigrasi adalah pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Dalam Kawasan Transmigrasi Kaliorang terdapat beberapa desa baik berupa desa setempat maupun desa yang terbentuk melalui perkembangan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT).

Namun berdasarkan sumber informasi dari beberapa tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Kaubun, Nama Kaubun sebetulnya sudah ada sejak zaman kemerdekaan ketika saat itu telah bermukim sekelompok warga di sepanjang aliran sungai Kaubun. Nama tempat itu sering disebut sebagai Kaubun Kampung karena pada waktu itu sudah ada aktivitas masyarakat seperti bercocok tanam dan berladang. Dengan masuknya program Transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah pada akhir tahun 1988, masyarakat Kaubun Kampung mengikuti program transmigrasi yang dikhususkan bagi masyarakat lokal dan berbaur dengan masyarakat pendatang dari luar Kalimantan Timur yang mengikuti program transmigrasi. Jejak sejarah Kaubun Kampung itu masih ada hingga saat ini.

Kawasan Transmigrasi Kaliorang dan Kaubun terdiri dari 13 (tiga belas) Unit Permukiman transmigrasi ditambah 2 (dua) desa setempat, yaitu UPT Kaubun yang ditetapkan dengan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seJuas 4.389 ha sesuai dengan nomor SK HPL:35/HPL/DA/88, Tgl. 27 Mei 1988, dan dan UPT Pengadan dengan luas HPL 6.137 ha,sesuai dengan nomor SK HPL: 10/HPL/.BPN/96, Tgl.16 Januari 1996, di mana jumlah kepala keluarga/jiwa dan desa setempat dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1: Jumlah KK/Jiwa penempatan Transmigrasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI