oleh

Kadisperindag Zaini : Penerapan P3DN dimulai pada APBD Perubahan.

Berita3.net, SANGATTA – Dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengguna Produk Dalam Negeri (P3DN), melibatkan mitra strategis dan OPD terkait. Rakor yang dipimpin Kepala Disperindag Kutim Zaini berlangsung di Ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Selasa (19/07/22).

Ditemui usai memimpin rapat, Zaini mengatakan program ini secepatnya akan dilaksanakan, hal pertama yang dilakukan adalah membuat SK (surat keputusan). Selanjutnya Zaini mengatakan setiap Kabupaten/Kota hukumnya wajib melaksanakan P3DN. Dalam konteks tersebut, setiap pemerintahan wajib membelanjakan produk lokal minimal sebesar 40 persen.

“Dengan maksud meningkatkan perekonomian dalam tataran lokal, termasuk menumbuhkan kecintaan kepada produk dalam negeri,” terangnya.

Lebih jauh dikatakan Zaini, ditekankan pula melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan P3DN untuk UKM, maupun Surat Mendagri Nomor 050/1187/IJ Tahun 2020 terkait pelaksanaan monitoring dan evaluasi P3DN. Semua OPD yang mengunakkan anggaran pembangunan melalui APBN hingga APBD, wajib membelanjakan produk dalam negeri.

“Penerapan dapat dimulai pada APBD Perubahan (APBD-P), mengingat Surat Keputusan untuk kita, baru diberikan pada 19 Mei 2022 dengan Nomor 510/K.398/2022, yang leading sektornya ialah Disperindag dan Koperasi,” pungkasnya. (*/BT3)