KONI Kutim Bentuk Tim Verifikasi Administrasi dan Akurasi Data Porprov

Berita3.net, SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah awal yang strategis dalam menyongsong perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur tahun 2026. Menyadari bahwa prestasi di lapangan harus berawal dari kesiapan dokumen yang matang, KONI Kutim membentuk Tim Verifikasi khusus guna menyaring seluruh delegasi atlet yang akan berlaga di Kabupaten Paser mendatang.

Pembentukan tim ini bertujuan untuk memastikan setiap atlet yang masuk dalam kontingen memiliki legalitas yang sah dan sesuai dengan parameter kualifikasi yang dipersyaratkan oleh Panitia Besar (PB) Porprov. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme administratif.

Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa tertib administrasi merupakan harga mati yang harus dipenuhi sebelum jajarannya berbicara mengenai target perolehan medali. Ia mengibaratkan Tim Verifikasi ini sebagai “penjaga gawang” yang bertugas memastikan data dari seluruh Cabang Olahraga (Cabor) benar-benar bersih dan akurat.

“Tim ini dibentuk untuk memastikan para atlet yang akan dikirim nanti merupakan putra-putri daerah atau telah memenuhi syarat domisili sesuai regulasi terbaru,” tegas Rudi dalam rapat perdana yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat KONI Kutim, Kamis (5/02/2026).

Keputusan untuk bergerak lebih awal ini merupakan hasil evaluasi dari berbagai ajang olahraga multi-event sebelumnya. Seringkali, kendala administratif yang sepele justru menjadi batu sandungan besar yang merugikan daerah, seperti ancaman diskualifikasi saat pertandingan sudah berjalan.

Selain urusan berkas, Tim Verifikasi memiliki tanggung jawab yang lebih luas. Ketua Tim Verifikasi Cabor KONI Kutim, Budiman Hading, menjelaskan bahwa pihaknya mengemban misi ganda dalam menjalankan tugas ini. Selain validasi kependudukan dan jumlah peserta di tiap nomor tanding, tim ini juga akan melakukan analisis mendalam terhadap potensi atlet.

“Kami juga akan melakukan pemetaan kekuatan untuk menentukan cabang olahraga mana saja yang bakal menjadi ujung tombak peraihan medali emas bagi kontingen Kutim,” jelas Budiman.

Ditambahkan Budiman, tim akan fokus ke legalitas atlet terkait domisili dan status kependudukan sesuai aturan PB Porprov, kemudian validasi nomor tanding dengan mencocokkan data atlet dengan kategori lomba yang diikuti. Selanjutnya mitigasi risiko dengan menghindari potensi sengketa atau diskualifikasi administratif di masa depan dan terakhir analisis prestasi, bagaimana memetakan cabor unggulan yang memiliki peluang medali paling tinggi.

Dengan persiapan yang lebih dini dan terstruktur, KONI Kutim berharap seluruh energi atlet dan pelatih dapat terfokus sepenuhnya pada performa di arena tanding tanpa harus terbebani oleh urusan birokrasi yang belum tuntas. Langkah ini diharapkan mampu membawa Kutim bisa meraih posisi puncak pada Porprov Kaltim 2026.(*)

BERITA TERKINI