oleh

Merawat Persahabatan Untuk Mencerdaskan Rakyat Dalam Berdemokrasi

Opini : Ashan Putra P. (Ketua HMI Cab. Sangatta)

Berita3.net, Sangatta –Hargailah perbedaan dalam berdemokrasi sebab kita tidak pernah tau secara utuh tentang apa dan bagaimana individu itu melahirkan keputusan yang bertentangan dengan pandangan kita, namun yang perlu kita perhatikan adalah sejauh mana kita bermanfaat untuk orang lain tanpa menciptakan kekacauan dan kebencian.

Kita hanya bisa berupaya menjadi magnet penarik kebaikan atas legitimasi kita dan jikalau individu itu tidak tertarik denga tawaran akan kebaikan yang dilegitimasikan tidak perlu cemas dan gelisah sebab masih ada banyak kebaikan lain yang menjadi pilihan namun yang harus diperkuat adalah kualitas magnet tersebut yang perlu ditingkatkan.

Saya nyatakan bahwa uang bukanlah segalanya meskipun banyak yang berpandangan bahwa segalanya butuh uang, saya tidak sependapat dengan orang-orang yang mengedepankan uang dalam menghadapi hidup sebab ketika manusia mengedepankan uang maka dimensi kemanusiaan itu akan hilang, kita simak secara bersama manusia yang mengedepankan uang dalam setiap aspek kehidupnya mereka cenderung individualistik, individualistik melahirkan kekacauan.

Saya sangat kecewa ketika hari ini dalam perebutan kekuasaan (Pemimpin Daerah) itu diwarnai dengan pertarungan uang untuk merebut legitimasi rakyat yang tidak memiliki ilmu, kenapa saya mengatakan rakyat yang tidak memiliki ilmu.? Sebeb mereka pandai mengkritisi tentang kesalahan pemimpin yang tidak bekerja dengan maksimal padahal sesungguhnya rakyat harus menyadari pemimpin yang ideal pemimpin yang dapat memperbaiki tatanan sosial hanyalah pemimpin yang dilahirkan tanpa money politics.

Kini tibalah saatnya rakyat kutai timur harus cerdas dalam menyambut pesta periodik atau pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk serentak menolak politik transaksional (Politik uang) demi kesejahteraan kita secara bersama. Rakyat jangan terlena denga bumbu kekayaan yang dimiliki oleh kandidat namun ukurlah kandidat dengan iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki kandidat jikalau mengharap pemimpin yang memberikan manfaat lebih banyak untuk rakyat kutai timur selama lima tahun kedepan maka pilihlah berdasarkan aspek diatas.

Secara pribadi saya sering menghayal dimana semua rakyat kutai timur sudah tercerdaskan dan memiliki pemahaman bahwa politik transaksional dapat merusak daerah dan negara sehingga mereka serentak menyatakan *Tolak money politics*. Setelah rakyat menyatakan hal demikian maka bendera kejayaan akan dikibarkan.

Cerdaskan lah rakyat dengan profesionalisme politik maka aspek-aspek lainnya akan ikut tercerdaskan secara kolektif dalam mewujudkan Civil Society sebagai pijakan politik transformasi. (*)

Opini ini merupakan tanggung jawab penulis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.