Seno Aji Ingatkan Masyarakat Tidak Belanja Berlebihan

Berita3.net, SAMARINDA – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga dan mengganggu stabilitas pasar. Imbauan tersebut disampaikan saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Semester I Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini berlangsung di Ruang Maratua, Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur, Jumat (6/3/2026). Pertemuan tersebut mengusung tema “Sinergi Menjaga Stabilitas Harga dan Mengakselerasi Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Mewujudkan Kalimantan Timur Sukses Menuju Generasi Emas.”

Dalam sambutannya, Seno Aji mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, terutama terhadap kebutuhan pokok.

“Jangan belanja berlebihan karena masih ada waktu besok dan waktu lainnya untuk belanja. Dengan berbelanja secara bijak, kita dapat membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” ujar Seno.

Ia menegaskan, perilaku konsumsi masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan inflasi daerah. Jika masyarakat melakukan pembelian secara berlebihan, dikhawatirkan akan memicu lonjakan permintaan yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang di pasaran.

Selain itu, Seno juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim TPID dan TP2DD di kabupaten/kota se-Kalimantan Timur atas kinerja yang dinilai sangat baik dalam mengendalikan inflasi serta mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah.

“Saya tidak lupa memberikan apresiasi kepada TPID dan TP2DD. Sebagaimana kita ketahui, Provinsi Kalimantan Timur telah diganjar banyak penghargaan karena kinerja yang sangat baik dari TPID dan TP2DD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Perwakilan Kalimantan Timur Jajang Hermawan menyampaikan bahwa prestasi yang diraih daerah di Kalimantan Timur pada ajang Rapat Koordinasi Nasional TPID dan TP2DD Tahun 2025 menjadi bukti kuatnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dalam gelaran Rakornas TPID dan TP2DD tahun 2025, TPID Provinsi Kalimantan Timur berhasil mendominasi berbagai kategori penghargaan. Provinsi Kalimantan Timur meraih Juara 1 TPID Provinsi Terbaik.

Selain itu, sejumlah kabupaten/kota juga menorehkan prestasi membanggakan. Samarinda meraih Juara 2 kategori TPID Kota Terbaik, sementara Kabupaten Kutai Kartanegara berhasil meraih Juara 1 kategori TPID Kabupaten Berprestasi. Bontang juga meraih Juara 2 TPID Kota Berprestasi.

Di bidang digitalisasi, TP2DD Kalimantan Timur juga mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Provinsi Terbaik. Kemudian Balikpapan meraih Juara 1 kategori Kabupaten/Kota Terbaik, Samarinda Juara 2 Kota Terbaik serta Juara 3 Kota Terbaik, Bontang Juara 2 Kota Terbaik, dan Kabupaten Kutai Barat meraih Juara 2 Kabupaten Terbaik.

Menurut Jajang, berbagai capaian tersebut menjadi pondasi yang sangat baik bagi Kalimantan Timur untuk terus memperkuat pengendalian inflasi sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah.

“Raihan ini menjadi pondasi awal yang sangat baik. Ke depan kita harus terus memperkuat sinergi agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan digitalisasi keuangan daerah semakin berkembang,” pungkasnya.(*)