oleh

Kadisdik Kutim – Masih Ada Kecamatan Sulit Jaringan Internet

Berita3. net, SANGATTA – Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan digelar serentak pertengahan April mendatang. Termasuk di Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Namun, masih ada sekolah yang menggelar UN berbasis kertas dan pensil.

Sementara SMP yang menggelar ujian nasional berbasis computer (UNBK) akan dilaksanakan 46 sekolah dari jumlah keseluruhan 62 SMP di Kutim.

Artinya, masih ada 16 SMP yang belum mengikuti sistem UNBK itu. Ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kutim Roma Malau. Menurutnya, macam-macam kendala yang menyebabkan 16 sekolah tersebut belum menggelar UNBK.

Yakni, sekolah yang berada di pedalaman hingga masih sulit jaringan internet. “Kebanyakan masalahnya sama. Jaringan internet di sekitar sekolah tidak stabil,” ujarnya.

Selain itu, masih ada sekolah yang jaringan listriknya tidak 24 jam menyala. Namun, hal tersebut dapat disiasati dengan menyediakan genset (generator set). “Memang kebanyakan masih terkendala jaringan internet. Tapi, kami sudah koordinasikan,” ungkap dia.

Bahkan, lanjut dia, Bupati Kutim Ismunandar telah menyampaikan akan membangun tower-tower untuk kecamatan yang memerlukan. Di antaranya Kecamatan Busang dan Kecamatan Sandaran.

Meskipun masih ada kecamatan lainnya yang memerlukan tower, setidaknya pihaknya akan terus memenuhi. “Tujuannya agar UNBK berjalan lancar. Kami berharap semua sekolah bisa menggelar UNBK. Tapi, tetap melihat fasilitas maupun sarana dan prasarana setiap sekolah,” jelasnya.

“Semoga saja fasilitas penunjang yang ditambah pemerintah dapat mengimbangi. Persiapan sudah kami lakukan dari sekarang. Kami terus berbenah sampai waktu pelaksanaan tiba,” beber Roma.

Sementara itu, bagi 46 sekolah yang menggelar UNBK. Kebanyakan berada di kawasan perkotaan dan kecamatan yang tak jauh dari kabupaten. “Yang ini persiapan sudah sangat baik. Kami pun sudah menggelar sosialisasi pertama. Bahkan, percobaan pertama sudah dilaksanakan. Hasilnya sangat baik,” paparnya.

Dia berharap, tidak ada kendala apapun hingga UNBK berlangsung. Sebab, saat pelaksanaan kerap terjadi blank spot saat berlangsungnya UNBK. Tidak hanya di perkotaan, itu juga kerap terhadi di kecamatan-kecamatan. “Kami akan usahakan agar semua dapat terkedali,” ucap dia.

“Kami mengupayakan agar sekolah swasta juga menggelar UNBK. Kami terus berkoordinasi. Sejauh ini, semua berjalan baik,” pungkasnya. (*/la/pro/An)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA TERKINI