oleh

Ketiga Kalinya, KPC – YPPSB Salurkan Sembako Warga Terdampak C_19

Berita3.net,Sangatta_Untuk ketiga kalinya sejak pandemi Covid-19 (C19), karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan para guru Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) kembali menyakurkan bantuan sembako kepada masyarakat.

Penyerahan sembako KPC-YPPSB kepada masyarakat terdampak Covid-19, diserahkan secara simbolis oleh pengurus Serikat Pekerja di KPC

Pada tahap ketiga yang berlangsung, Jumat (22/5/2020), ada 800 orang warga masyarakat yang mendapatkan bagian sembako, tersebar di Kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.

GM External Affairs and Sustainable Development KPC Wawan Setiawan menyatakan, 800 nama penerima tersebut adalah mereka yang paling terdampak dengan adanya C19 di Kutai Timur. “Hari ini kita distribusikan 800 paket sembako. Kita fokuskan kepada warga terdampak C19 yang sudah disurvei sebelumnya,” kata Wawan.

Pada dua tahap sebelumnya. KPC – YPPSB mendistribusikan masing-masing 233 paket dan 500 paket. Warga terdampak yang masuk kriteria menurut Wawan Setiawan adalah mereka yang sebelumnya berdaya secara ekonomi, namun dengan adanya C19, mereka menjadi tidak berdaya. “Harus kita akui memang jumlah yang terdampak ini sangat banyak. Maka kami filter lagi, bagi yang sudah menerima dari pemerintah dan lembaga lain, tidak diberikan lagi dari KPC -YPPSB ini,” kata Wawan.

Supir Angkutan Kota (Ankot) adalah salah satu kelompok warga terdampak C19. Sebab selama C19 ini, sangat sedikit orang yang keluar rumah dan menggunakan jasa angkot. “Sekarang ini sangat sedikit orang menggunakan jasa Angkot pak. Sebagian besar armada kami mangkrak dan supir-supirnya tidak bekerja lagi,” kata Abdul Haris, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kabupaten Kutai Timur.

Atas dasar itulah, Haris mendorong para supir untuk mengajukan bantuan sembako kepada KPC. “Alhamdulillah, semua supir anggota kami diberikan sembako oleh KPC. Terus terang, ini sangat bermanfaat karena mereka bisa menyambung hidup dari bantuan KPC ini,” kata Haris.

Cerita Haris hampir mirip dengan kisah Aniyanti, warga RT 15 Gg Masjid, Desa Sangatta Utara. Menurut wanita beranak tiga itu, sejak pandemi C19 merebak, suaminya yang bekerja sebagai kernet bus anta kota Samarinda – Banjarmasin, tidak memiliki penghasilan lagi.

“Dulu waktu sebelum corona, suami saya dapat upah dari supir bus. Biasanya dia dapat Rp 3 juta per bulan. Sekarang tidak punya penghasilan lagi sebab bus tempat dia bekerja tidak beroperasi lagi,” kata Aniyanti, yang mendapatkan sembako pada distribusi tahap II, Jumat (15/5/2020) lalu.

Aniyanti mengaku paket bantuan sembako tersebut sungguh bermanfaat untuk menghidupi keluarganya. “Bantuan ini sangat bermanfaat pak. Anak saya tiga orang. Bayangka kalau tidak ada bantuan, mau makan apa mereka?,” kata Aniyanti.

KPC masih akan terus mendistribusikan sembako untuk warga terdampak C19 di Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Rantau Pulung.

Selain KPC-YPPSB, pada hari ini, organisasi Perhimpunan Ahli Pertambangan (PERHAPI) Kutim ikut melakukan aksi sosial yang sama. PERHAPI yang mayoritas anggotanya adalah karyawan KPC dan kontraktor, membagikan sembako melalui Kerukunan Bubuhan Banjar Kutai Timur (KBBKT).

Ketua PERHAPI Kutai Timur Seno Syahrin dan Ketua Panitia Indra Kadir menyatakan, distribusi sembako ini juga menyasar warga terdampak C19. Pada kesempatan ini, PERHAPI membagikan 70 paket sembako, 300 masker dan sedikit bantuan operasional KBBKT. Selain kepada KBBKT 300 masker tersebut dibagikan langsung di jalanan oleh PERHAPI. “Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban masyarakat akibat Covid-19 ini,” kata Seno.(*/raj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI