Berita3.net, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Ibadah Syukur Tahunan sekaligus meresmikan Pastori atau rumah jabatan pendeta Gereja Toraja Jemaat Marendeng di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur, Sabtu (5/9/2026).
Mahyunadi mengatakan, situasi aman, damai, dan kondusif tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang hadir dengan sendirinya. Kerukunan yang terjaga, kata dia, menjadi modal penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama membangun daerah.
“Kerukunan dan toleransi ini harus terus kita jaga. Kalau masyarakatnya rukun, saling menghargai dan hidup berdampingan dengan baik, maka pembangunan akan lebih mudah kita jalankan,” ujar Mahyunadi.
Ia mencontohkan sejumlah konflik yang masih terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk perang Rusia dan Ukraina serta konflik di kawasan Timur Tengah. Menurut Mahyunadi, konflik dan peperangan pada akhirnya paling banyak memberikan dampak kepada masyarakat.
“Kita jangan sampai menganggap kerukunan itu sesuatu yang biasa. Ketika sebuah bangsa dilanda konflik dan perang, yang paling menderita adalah rakyatnya. Karena itu, mari kita jaga Kutai Timur agar tetap aman, damai dan kondusif,” katanya.
Selain menjaga kerukunan, Mahyunadi meminta tokoh agama dan para pendeta terus mengambil peran dalam membina masyarakat. Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian sosial.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari banyaknya jalan, gedung, maupun infrastruktur yang dibangun. Pembangunan juga harus menghasilkan manusia yang memiliki moral, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam konteks tersebut, Mahyunadi menilai gereja memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Kutai Timur. Pembinaan iman dan penguatan nilai moral dinilai dapat membantu membentuk masyarakat yang berkarakter, disiplin, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
Peresmian Pastori Gereja Toraja Jemaat Marendeng sekaligus menjadi penanda berakhirnya proses pembangunan yang berlangsung sekitar lima tahun. Bangunan permanen dua lantai tersebut dibangun untuk menunjang pelayanan pendeta dan pembinaan warga jemaat.
Ketua Panitia Pembangunan Pastori, Mike Paembonan, mengatakan bangunan tersebut memiliki ukuran 9 x 20 meter dengan total anggaran sekitar Rp2,3 miliar.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC), hingga sumbangan dan partisipasi warga jemaat.
“Pembangunan Pastori ini kurang lebih berlangsung selama lima tahun. Total anggaran yang digunakan sekitar Rp2,3 miliar. Ini adalah hasil kebersamaan, ada dukungan pemerintah, perusahaan melalui CSR dan juga partisipasi dari warga jemaat,” kata Mike.
Saat ini, Gereja Toraja Jemaat Marendeng memiliki sekitar 180 kepala keluarga. Mike berharap keberadaan Pastori dapat semakin memperkuat pelayanan, pembinaan iman, sekaligus kehidupan sosial warga jemaat.
Bagi Mahyunadi, selesainya pembangunan Pastori menjadi gambaran bahwa pembangunan dapat diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara untuk mendukung pembangunan Kutai Timur.
Kerukunan dan toleransi, kata dia, harus tetap menjadi fondasi, sementara pembangunan manusia menjadi bagian penting dari tujuan pembangunan daerah. (Adv/bt3_diskominfo)
