Berita3.net, SANGATTA – Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, resmi terbentuk setelah Surat Keputusan (SK) kepengurusan diterbitkan pada 26 Agustus 2026.
Pembentukan kepengurusan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus menata pembinaan atlet domino di Kutai Timur agar dapat berkembang hingga tingkat nasional.
Pengcab Orado Kutim dipimpin Johar, S.H. sebagai ketua. Posisi sekretaris ditempati Ahmad Khaidir, S.H., M.H., sedangkan Muhammad Edy Hariyono, S.Kom. dipercaya sebagai bendahara.
Meski baru memperoleh pengesahan secara administratif, prestasi atlet domino Kutai Timur telah tercatat di sejumlah ajang regional hingga nasional.
Pada Kejuaraan Provinsi (Kejuprov), kontingen Kutai Timur berhasil meraih medali emas melalui pasangan atau tim yang diperkuat Khaidir, Munir, dan Ilham.
Prestasi tersebut menjadi modal bagi kepengurusan baru untuk meningkatkan pembinaan dan memperluas kiprah atlet domino Kutai Timur.
Selain prestasi atlet, Kutai Timur juga telah memiliki sumber daya manusia yang berkiprah dalam bidang perwasitan. Sudirman dan Saharuddin tercatat sebagai Wasit Nasional Pratama (WNP) pertama dari Kutai Timur.
“SK kepengurusan Pengcab Orado Kutai Timur resmi terbit pada 26 Agustus 2026. Ini menjadi fondasi awal kami untuk memperkuat pembinaan, setelah sebelumnya atlet kita membuktikan kemampuan di ajang nasional di Jakarta hingga memperkuat Pengprov Orado Kaltim,” kata Johar, Sabtu (5/9/2026).
Setelah kepengurusan terbentuk, Pengcab Orado Kutim langsung menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sebanyak 14 perwakilan akan dikirim mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Wasit dan Pelatih di Samarinda pada 14-15 September 2026.
Diklat tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan wasit dan pelatih berlisensi sehingga pembinaan atlet di tingkat daerah dapat dilakukan secara lebih terarah.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda Kejuaraan Open Tournament domino yang digelar serentak dalam rangka HUT ke-81 TNI.
Dalam agenda tersebut, Kodim 0909/Kutai Timur menjadi salah satu penyelenggara. Dari lima Kodim di Kalimantan Timur, Kutai Timur mendapat kesempatan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan turnamen.
Johar mengatakan, pembentukan Pengcab Orado Kutim tidak berhenti pada aspek administratif. Organisasi tersebut ditargetkan menjadi wadah untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas wasit dan pelatih, serta membuka lebih banyak peluang bagi atlet Kutim berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Terbentuknya Pengcab Orado Kutim bukan sekadar formalitas, melainkan wadah resmi untuk mematangkan lisensi SDM wasit, pelatih, hingga pembinaan atlet. Kami optimistis Orado Kutim siap menjadi barometer cabor domino di Kaltim dan disegani di kancah nasional,” ujar Johar. (am/bt3)
