oleh

Anggota DPRD Kutim Dorong Status Kawasan Diperjelas

BERITA3.NET SANGATTA – Akses transportasi di pedalaman Kutai Timur (Kutim) masih menjadi keluhan utama warga. Terutama jalur darat di kawasan Utara Kutim. Sebut saja, Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Batu Ampar dan Busang.

Akses jalan ini, tentu juga dirasakan dampaknya bagi kinerja Anggota DPRD Kutim Siang Geah, yang kerap melintas untuk melakukan kunjungan kerja di wilayah itu.

Dikonfirmasi awak berita3.net Siang Geah, mengaku prihatin dan menginginkan penyusunan rencana pembangunan jangka menangah daerah (RPJMD) 2021-2026 dapat mengarah pada pembangunan yang merata. “Pembanguna jalan menjadi infrastruktur dasar yang paling diperlukan,” ungkapnya.

Menurut anggota komisi C DPRD Kutim itu, yang dihadapi Pemkab Kutim saat ini ada dua permasalahan yang harus diselesaikan. Termasuk  tata ruang dan inventarisasi jalan yang menjadi milik pemerintah.

“Harus dilakukan sebelum melakukan pembangun infrastruktur. Ada beberapa kawasan di Utara yang statusnya bukan hak pemerintah,” terangnya.

Tambah Siang Geah, masyarakat melaporkan perbaikan jalan sudah ada kesepakatan-kesepakatan. Terutama jalan poros dari Busang menuju Muara Bengkal, Muara Ancalong sampai jalan yang menuju Kutai Kartanegara.

“Ada beberapa kendala selalu timbul, termasuk kendala operasional yang diakibatkan situasi di perusahaan. Misalnya yang selalu dikeluhkan pada titik-titik yang rusak parah,” tambahnya.

“Pemerintah harus mendorong bagaimana merubah status kawasan itu supaya menjadi jalan Kabupaten. Karena kita tau kan, statusnya bukan milik pemkab,” tutupnya. (adv/*/ai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.