Berita3.net, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, resmi membuka Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2026 di Lapangan Helipad Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (12/10/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 ini menjadi salah satu upaya mendorong promosi produk lokal dan memperkuat perekonomian daerah.
Ketua Panitia HUT ke-27 Kutim, Trisno, mengatakan PRKE 2026 diikuti 231 peserta yang terdiri dari perangkat daerah, kecamatan, instansi vertikal, perusahaan, perbankan, organisasi, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.
“Expo tahun ini diikuti 231 peserta, dengan 160 di antaranya merupakan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” kata Trisno dalam laporan pembukaan.
Secara keseluruhan, peserta menempati 39 stan perangkat daerah, 18 stan kecamatan, tiga stan instansi vertikal, empat stan perusahaan pertambangan, satu stan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GAPKI), tiga stan perbankan, serta tiga stan organisasi dan lembaga.
Trisno mengatakan, penyelenggaraan expo tahun ini menghadapi tantangan kabut asap yang menyelimuti wilayah Kutim. Karena itu, panitia mengimbau peserta dan pengunjung menjaga kesehatan serta memanfaatkan pos kesehatan yang disediakan di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, expo tidak sekadar menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, dunia usaha, koperasi, UMKM, pemerintah desa, dan masyarakat.
Menurut dia, kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas promosi produk, membangun kemitraan, serta membuka peluang usaha baru di berbagai sektor ekonomi.
“Pekan Raya Kutim Expo bukan sekadar ajang pameran atau keramaian tahunan, melainkan ruang untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, UMKM, koperasi, desa, dan masyarakat untuk memperluas peluang promosi, kemitraan, serta menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Ardiansyah.
Ia mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Ardiansyah juga mengingatkan pengunjung untuk menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Pembukaan PRKE 2026 ditandai dengan pemukulan jimbe oleh Ardiansyah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Setelah prosesi tersebut, bupati bersama rombongan meninjau stan pameran dan berdialog dengan pengelola stan dari perangkat daerah, kecamatan, serta pelaku UMKM.
Dalam peninjauan itu, Ardiansyah melihat beragam produk lokal, komoditas unggulan, serta inovasi pelayanan publik yang ditampilkan peserta.
Penyelenggaraan PRKE 2026 mengusung semangat “Kutai Timur Berdaya dan Tumbuh Bersama” untuk mendukung visi pembangunan daerah 2025–2029, yakni mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap produk lokal semakin dikenal, jaringan pemasaran pelaku UMKM semakin luas, dan peluang kemitraan dengan dunia usaha terus berkembang. Dengan demikian, expo diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi selama pameran, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat Kutim.
Pembukaan acara turut dimeriahkan penampilan tari dari Sanggar Seni Gelora Sangkulirang, pertunjukan bumper dan lighting show, serta hiburan musik dari band pembuka dan Adly Koplo Star. (Adv/bt3_diskominfo)
