Berita3.net, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama Wakil Bupati Mahyunadi menghadiri penutupan Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026 di Rumah Pore Adat Kutai, Jalan Ring Road, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Kutai.
Penutupan tersebut dihadiri jajaran Kesultanan Kutai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, kerabat kesultanan, serta masyarakat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berharap, Erau Adat Pelas Benua dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai warisan budaya daerah. Menurut dia, tradisi tersebut juga memiliki peran dalam mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab kita bersama. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya harus terus diwariskan kepada generasi muda,” kata Ardiansyah.
Wakil Ketua I Panitia Pelaksana, Arjohansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutim atas dukungan dan sinergi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dia berharap, pelaksanaan Erau pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih meriah sehingga semakin dikenal sebagai salah satu identitas budaya daerah.
Sementara itu, Sekretaris Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Hazly Azhari Hasibuan, yang bergelar Pangeran Satya Yaksa, menyampaikan apresiasi mewakili Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Menurut Hazly, Erau Adat Pelas Benua Kutim tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga merepresentasikan jati diri masyarakat Kutai. Tradisi tersebut mengandung nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta pesan persatuan yang perlu dijaga dan diwariskan lintas generasi.
Melalui penyelenggaraan Erau Adat Pelas Benua Kutim 2026, pemerintah daerah, Kesultanan Kutai, dan para pemangku adat diharapkan terus memperkuat kerja sama dalam pelestarian budaya. Selain menjaga keberlangsungan tradisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah. (Adv/bt3_diskominfo)
