Pelantikan IAMDIL Unmul, Alumni Diminta Ambil Peran Strategis Jaga Lingkungan Kaltim

SAMARINDA- Ikatan Alumni Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan (IAMDIL) Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2025–2030 resmi dilantik di Hotel Puri Bumi Senyiur, Samarinda, Sabtu (6/6/2026). Pelantikan yang dirangkai dengan rapat kerja itu menjadi momentum konsolidasi alumni untuk memperkuat kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan hidup di Kalimantan Timur (Kaltim).

Kepengurusan baru dipimpin oleh Sarkowi V. Zahry sebagai Ketua Umum, didampingi Amiruddin Lindrang sebagai Sekretaris Jenderal dan Mardiani sebagai Bendahara.

Dalam sambutannya, Sarkowi menilai kondisi lingkungan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Menurut dia, kerusakan lingkungan terjadi di berbagai sektor, mulai dari daratan, perairan, hingga kualitas udara.

“Kita sedang menghadapi kondisi lingkungan yang sangat memprihatinkan. Tantangan ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak karena dampaknya sudah dirasakan secara nyata,” kata Sarkowi.

Ketua IAMDIL Unmul Sarkowi V Zahry

Anggota DPRD Kaltim itu mencontohkan perubahan kondisi ekosistem Sungai Mahakam yang selama ini menjadi salah satu ikon daerah. Tingginya aktivitas manusia di kawasan sungai, menurutnya, telah memengaruhi kualitas lingkungan dan keberlangsungan habitat satwa endemik.

Ia menyoroti keberadaan pesut Mahakam yang semakin tertekan akibat meningkatnya lalu lintas ponton pengangkut batu bara. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap ruang hidup satwa yang kini berstatus terancam.

Selain persoalan ekologi, Sarkowi juga menilai pendekatan penegakan hukum lingkungan belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan. Karena itu, IKA IAMDIL berupaya memperluas pendekatan melalui kerja sama dengan organisasi keagamaan untuk memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat.

“Masalah lingkungan tidak akan pernah selesai jika kita hanya berbicara soal penegakan hukum atau sanksi semata. Oleh karena itu, IKA IAMDIL mengambil langkah progresif dengan menggandeng lembaga keagamaan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah melalui MoU untuk melakukan edukasi lewat pendekatan moral dan hati,” ujarnya.

Ketua Umum IKA Unmul, Agus Suwandy, mengatakan keberadaan organisasi alumni diharapkan dapat memperkuat peran Universitas Mulawarman dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurut dia, jaringan alumni merupakan modal penting untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi di tingkat regional maupun nasional.

Agus juga menyoroti peluang besar yang dapat dimanfaatkan Unmul dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia berharap alumni dapat terlibat lebih luas dan terkoordinasi dalam berbagai program pembangunan yang sedang berlangsung.

“Banyak alumni yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya masing-masing. Potensi itu perlu dikelola secara kelembagaan agar kontribusinya semakin besar, termasuk dalam pembangunan IKN,” katanya.

Foto bersama

Sementara itu, Wakil Rektor III Unmul Moh. Bahzar meminta kepengurusan baru segera menyusun program yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya soliditas antaralumni lintas fakultas untuk mendukung kemajuan universitas.

Menurut Bahzar, alumni memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara kampus dengan berbagai sektor pembangunan. Karena itu, inovasi dan kolaborasi perlu terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Bahzar juga mendorong IKA IAMDIL menyusun rekomendasi kebijakan terkait perlindungan ekosistem perairan di Kaltim. Ia menilai praktik-praktik yang merusak lingkungan, seperti penggunaan racun, setrum, maupun bahan peledak untuk menangkap ikan, masih menjadi ancaman yang perlu mendapat perhatian serius.

Sebelumnya, Ketua Panitia Enggar Setiabudi melaporkan kegiatan pelantikan dan rapat kerja dihadiri sekitar 95 peserta. Menurut dia, kepengurusan IKA IAMDIL periode ini terdiri atas berbagai latar belakang profesi, mulai dari aparatur pemerintah, kalangan swasta, akademisi, hingga aktivis organisasi masyarakat.

Keragaman latar belakang tersebut diharapkan menjadi kekuatan organisasi dalam memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan di Kaltim. (Ns)