Tiga Desa di Kutim Belum Teraliri Listrik, PLN Targetkan Penyelesaian pada 2027

Berita3.net, SANGATTA – Pemerataan akses listrik di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga kini, tiga desa, yakni Pulau Miang, Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat, belum mendapatkan akses listrik dan ditargetkan terlayani pada 2027.

Target tersebut dibahas dalam audiensi antara PT PLN (Persero) UP3 Bontang dan UP2K Kaltim bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Kerja Bupati, Jumat (18/9/2026).

Dalam pertemuan itu, PLN juga menyampaikan perkembangan pembangunan jaringan listrik desa serta sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam pemerataan layanan kelistrikan di Kutim.

Manager PLN UP3 Bontang Luddie Wied Hardono mengatakan, sebagian besar wilayah Kutim telah terhubung dengan sistem kelistrikan interkoneksi. Sistem tersebut berperan penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mengoptimalkan pengelolaan daya.

Meski demikian, kondisi kelistrikan saat ini masih menghadapi gangguan pada sejumlah unit pembangkit. Dampaknya, kemampuan pasokan listrik berkurang sehingga PLN perlu melakukan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem.

“Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. PLN terus mengupayakan percepatan penanganan dan perbaikan sistem kelistrikan,” ujar Luddie.

Selain membahas keandalan pasokan, audiensi tersebut juga menyoroti perkembangan program listrik desa yang tersebar di sekitar 40 lokasi di Kutim.

Manager PLN UP2K Kaltim Januri mengatakan, sejumlah lokasi telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan. Beberapa di antaranya bahkan telah diresmikan dan siap mendukung kebutuhan masyarakat.

Namun, pembangunan di sejumlah lokasi lainnya masih menghadapi kendala perizinan dengan pihak terkait. Persoalan tersebut menyebabkan pekerjaan di lapangan belum dapat dilanjutkan.

PLN berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat membantu mempercepat penyelesaian kendala tersebut, sehingga pembangunan jaringan listrik desa dapat berjalan sesuai target.

“Kami berharap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berjalan dengan baik sehingga program listrik desa bisa diselesaikan sesuai target,” kata Januri.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, pemerintah daerah siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan sesuai kewenangannya, termasuk membantu menyelesaikan persoalan yang menghambat pekerjaan di lapangan.

Menurut Ardiansyah, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, dan komunikasi hingga aktivitas ekonomi.

“Pemkab akan membantu sebisa mungkin. Harapannya seluruh wilayah Kutim bisa teraliri listrik,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menyebut Pulau Miang, Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat sebagai tiga desa yang masih menunggu akses listrik. Ketiganya ditargetkan masuk dalam program realisasi PLN pada 2027.

Pemerintah daerah berharap koordinasi dengan PLN dapat terus diperkuat, terutama untuk menyelesaikan persoalan teknis dan perizinan yang masih menghambat pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah.

Dengan kondisi geografis Kutim yang luas dan sejumlah desa berada di wilayah terpencil, pemerataan akses listrik membutuhkan dukungan berbagai pihak. Target pelayanan listrik pada 2027 diharapkan dapat memperluas akses energi sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa yang belum terlayani. (Adv/diskominfo)