Kandidat Doktor UNISMA dan BNN Kutim Perkuat Pendidikan Karakter Antinarkoba di SMKN 2 Sangatta Utara

Berita3.net, SANGATTA – Penguatan pendidikan karakter dan pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar dua mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam Multikultural Universitas Islam Malang (UNISMA), Aswadi, M.Pd. dan Ismail Rahmat, M.Pd., di SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (27/10/2026).

Kegiatan bertajuk Kandidat Doktor Mengabdi itu mengusung tema “Penguatan Pendidikan Agama Islam Multikultural dalam Membentuk Karakter Peserta Didik dan Mencegah Penyalahgunaan Narkoba”. Program ini juga melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kutai Timur sebagai mitra edukasi bagi para siswa.

Kepala BNNK Kutai Timur, AKBP Risnoto, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, pola peredarannya, serta dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan BNN tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan narkoba melalui pendekatan pendidikan agama, pembentukan karakter, dan pemahaman terhadap risiko hukum. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Aswadi dan Ismail menjelaskan, Pendidikan Agama Islam Multikultural tidak hanya berorientasi pada penguatan keimanan, tetapi juga pembentukan akhlak, sikap toleransi, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengaruh lingkungan yang berisiko mendorong penyalahgunaan narkoba.

Materi yang disampaikan mencakup penguatan iman dan takwa, kejujuran, kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap perbedaan suku dan agama, serta pencegahan perundungan dan diskriminasi. Para siswa juga diajak memahami pentingnya tanggung jawab di ruang digital, termasuk menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.

Pemilihan SMKN 2 Sangatta Utara sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada karakteristik sekolah yang menerapkan pendidikan semi-militer untuk membangun kedisiplinan taruna dan taruni. Sekolah yang dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Nahliana itu juga memiliki peserta didik dari beragam latar belakang suku dan budaya, seperti Jawa, Bugis, Dayak, Kutai, dan Banjar.

Keberagaman tersebut dinilai menjadi ruang pembelajaran yang relevan untuk menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan persaudaraan. Pendidikan karakter diharapkan tidak hanya terbentuk melalui kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melalui kesadaran moral dan tanggung jawab pribadi.

Dalam pemaparannya, Risnoto menyoroti ancaman peredaran narkoba yang menyasar generasi muda. Ia menyebutkan, berdasarkan data yang disampaikannya, BNN Provinsi Kalimantan Timur menyita 42 kilogram sabu sepanjang 2025, atau meningkat 1.650 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga mengingatkan adanya modus peredaran narkoba yang menyasar kalangan pelajar, antara lain melalui produk vape yang diduga dicampur zat terlarang, makanan, serta pil dengan harga relatif murah. Karena itu, siswa diminta tidak mudah menerima atau mengonsumsi produk yang tidak jelas kandungannya, termasuk pemberian dari orang lain.

Risnoto turut menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental, serta menghambat masa depan pendidikan dan pekerjaan. Ia mengingatkan bahwa sejumlah perusahaan menerapkan pemeriksaan narkoba sebagai bagian dari proses rekrutmen sehingga peserta didik perlu menjaga diri sejak dini.

Sementara itu, Nahliana menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, penguatan pendidikan agama dan karakter sejalan dengan upaya sekolah membentuk taruna dan taruni yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis serta kedisiplinan, tetapi juga beriman, toleran, dan berakhlak mulia.

Ia berharap pendekatan Pendidikan Agama Islam Multikultural dapat melengkapi sistem pendidikan semi-militer yang diterapkan di sekolah. Dengan demikian, kedisiplinan siswa tumbuh dari kesadaran dan tanggung jawab, sedangkan keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan mencegah konflik maupun perundungan.

Melalui kolaborasi UNISMA, BNNK Kutai Timur, dan SMKN 2 Sangatta Utara, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas narkoba. Inisiatif tersebut juga diharapkan mendukung terwujudnya SMKN 2 Sangatta Utara sebagai sekolah hebat dan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) percontohan di Kabupaten Kutai Timur. (*)