Cegah Pengemis Makin Marak, Dinsos Kutim Imbau Warga Tak Beri Imbalan.

Berita3.net, Sangatta – Jangan beri uang dan lainnya ! Kalimat tersebut adalah imbauan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Sosial (Dinsos) untuk mencegah pengemis berbaju badut agar tak makin marak di daerah ini. Imbauan tersebut sengaja terus disampaikan oleh jajaran Dinsos.

Pasalnya, di beberapa lokasi seperti pasar, persimpangan jalan, tempat wisata dan beberapa lokasi lainnya ditemukan para peminta-minta berkostum badut. Selain itu ada pula memang hanya meminta sumbangan, menawarkan bacaan, bermodal jualan, hingga minta-minta secara langsung. Bagi sebagian warga, fenomena tersebut menguncang rasa kasihan terhadap pengemis tersebut. Hingga akhirnya Karena rasa empati masyarakat memberikan bantuan.

Menurut Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kutim, Dr Ernata Hadi Sujito hal itu tak dibenarkan. Karena ada aturan yang melarang warga menjadi pengemis atau memberi uang kepada pengemis. Karena bagi pemberi sumbangan atau bantuan dapat dikenakan denda hingga pidana. Karena hal ini sudah tertuang dalam aturan.

“Baik personal maupun badan, maka diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda Rp 50 juga, sesuai tertulis pada pasal 59 ayat 1,” jelasnya.

Dalam pasal dimaksud juga dinyatakan, setiap orang atau pengguna jalan dilarang memberi uang dan atau barang kepada balita, anak, disabilitas, lansia yang mengemis, mengamen, berdagang asongan, penjual koran, gelandangan, atau mengatasnamakan lembaga sosial, panti asuhan atau kegiatan sejenis lainnya di jalan umum.

Dengan demikian, artinya tegas dijelaskan masyarakat tidak dibenarkan memberikan sumbangan kepada para peminta-minta tersebut. Di sisi lain, aturan dimaksud juga mencegah agar para pengemis dan lainnya tak terbiasa dengan profesi dimaksud.

“Apalagi (para pengemis) semua berasal dari luar (daerah),” tegasnya.

Ternyata imbauan dimaksud mendapat respon positif dari masyarakat Kutim. Hal itu dapat terlihat dari perilaku masyarakat Sangatta dan kecamatan lain yang mulai enggan memberikan sesuatu imbalan kepada badut atau pengemis lainnya. (*/Adv/bt3)