oleh

Selama di Mesir, Bupati Kutim Laksanakan Sejumlah Agenda Bersama Gubernur Kaltim.

Berita3.net, MESIR – Selain menghadiri Conference of The Parties ke-27 (COP 27) The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) sebagai pembicara, dalam lawatan kerja ke Mesir mendampingi Gubernur Kaltim Isran Noor, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah beserta rombongan mengikuti beberapa agenda lainnya.

Sebelum menghadiri COP-27, Ardiansyah yang didampingi Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi bersama dengan Gubernur kaltim beraudiensi dengan Duta Besar RI untuk Mesir Lutfi Rauf. Dalam audiensi yang berlangsung hangat tersebut, banyak dibahas tentang histori hubungan diplomatik Indonesia Mesir yang telah terjalin begitu lama. Kemudian beberapa perkembangan hubungan perdagangan dan pendidikan.

Di sektor perdagangan, tercatat kedua negara terutama di masa pandemi COVID-19, volume perdagangan Indonesia naik sebesar 56 persen dan neraca perdagangan surplus RI mencapai 1 miliar dollar Amerika. Dari paparan yang disampaikan oleh duta besar Lutfi Rauf, menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Mesir sangat terganggu dengan situasi konflik perang Rusia-Ukraina. Karena kebutuhan gandum untuk bahan pangan di Mesir sebesar 80 persen berasal dari kedua negara tersebut. Jadi Mesir sangat ketergantungan pasokan biji gandum untuk pengolahan bahan pangan bai warga Mesir. Selain itu sektor pariwisata Mesir juga mengalami dampak negatif yang signifikan akibat pandemi serta konflik Rusia – Ukraina.

Selanjutnya Gubernur Kaltim dan Bupati Kutim juga mendengarkan paparan tentang impor CPO ke Mesir sebesar 77 persen yang didominasi dari Indonesia. Namun karena adanya kebijakan larangan ekspor CPO Indonesia ke luar negeri membuat perkonomian Mesir juga mengalami perlambatan. Potensi besarnya ekspor CPO ke Mesir ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang bagi Kutim sebagai daerah penghasil CPO. Saat itu Gubernur Kaltim H Isran Noor menyamaikan bahwa Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutim terus berkomitmen mendukung sektor pendidikan. Melalui program Beasiswa Kaltim Tuntas dan Beasiswa Kutim Tuntas. Usai mendengar paparan dari duta besar RI untuk Mesir, Bupati Ardiansyah yang mendampingi Gubernur Isran Noor bersama rombongan melakukan pertemuan dengan Direktur ASIA Pasifik dan World bank dan Gubernur Provinsi Mato Grosso untuk membicarakan perubahan iklim dan Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF) yakni Program Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Usai bertemu Gubernur Provinsi Mato Grosso, Bupati Ardiansyah yang mendampingi Isran Noor selanjutnya menuju COP 27 UNFCC. Dalam kesempatan itu Isran noor menyampaiakan rencana pembangunan Ibukota negara (IKN) RI di Kaltim. Isran Noor memastikan pembangunan IKN di kawasan hutan Kaltim tidak akan merusak lingkungan.

Bupati Ardiansyah juga melihat progres pembangunan New Capotal Cairo, ibu kota baru Mesir. Meskipun iklim dan kondisi alam yang berbeda antara Kaltim dan Mesir, tetapi ada prinsip- prinsip untuk menjaga kelestarian alam dalam proses pembangunan di dua kawasan ibukota baru yang berbeda tersebut.

Dalam momen COP-27, Ardiansyah berbicara tentang Best Practice in Tackling Climate Change: Lesson Learned from east Kutai Regent atau tentang praktik terbaik mengatasi perubahan iklim. Kegiatan berlangsung di Indonesia Pavilion COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir Selasa (15/11/2022). (*/Adv/bt3)