Berita3.net, SANGATTA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur terus menunjukkan progres signifikan dalam pelaksanaan program-program prioritas tahun ini. Sejumlah agenda penting yang mencakup pemenuhan hak anak, penguatan kesetaraan gender, hingga perlindungan perempuan dan anak, dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif bersama masyarakat dan pemangku kepentingan.
Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, menuturkan bahwa berbagai program tersebut telah bergerak sesuai rencana dan memberikan dampak nyata di lapangan. Meski demikian, ia mengakui ada sejumlah kegiatan yang perlu mendapat perhatian ekstra agar manfaatnya bisa lebih menyentuh kelompok sasaran secara menyeluruh.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pelatihan bagi perempuan kepala keluarga. Program ini dinilai strategis karena tujuannya tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Idham menjelaskan bahwa pelatihan tersebut sebenarnya telah dijalankan, namun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, DP3A berupaya memperluas jangkauan peserta agar lebih banyak perempuan kepala keluarga yang mendapatkan manfaat langsung.
“Sebagian besar kegiatan sudah terlaksana dengan baik, hanya pelatihan perempuan kepala keluarga yang masih kita dorong agar lebih maksimal,” ujar Idham.
Di sisi lain, DP3A Kutim tetap memperkuat layanan pendampingan bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Layanan ini bersifat berkelanjutan karena tidak hanya menangani kasus, tetapi juga mendampingi proses pemulihan psikologis dan sosial korban.
Pendampingan tersebut melibatkan tenaga profesional, termasuk psikolog, pekerja sosial, dan relawan terlatih yang membantu korban untuk kembali pulih dan dapat beraktivitas normal tanpa trauma berkepanjangan.
Untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, DP3A juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat dan lintas sektor. Kolaborasi ini diperlukan agar program yang belum rampung dapat didukung dari berbagai sisi, baik regulasi, pendanaan, maupun pelaksanaan di lapangan.
“Kami ingin semua perempuan dan anak di Kutim memperoleh perlindungan serta pemberdayaan yang layak, sehingga mereka dapat berkembang secara mandiri dan terhindar dari risiko sosial,” tegas Idham.
Dengan penguatan berkelanjutan tersebut, DP3A berharap seluruh program dapat menjadi fondasi kokoh bagi peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak di Kutim. (Adv/diskominfo_ktm)






