TNI dan Siswa Sesko TNI Audiensi dengan Bupati Kutim Bahas Mitigasi Karhutla

Berita3.net, SANGATTA – Tim Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI melakukan audiensi dengan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman untuk memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.

Audiensi berlangsung di ruang kerja Bupati Kutim, Senin (31/8/2026), dan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Sulastin.

Tim tersebut dipimpin Brigjen TNI Ateng Karsoma, Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari tugas sekaligus pembelajaran lapangan bagi siswa Sesko TNI untuk menggali informasi mengenai kondisi dan upaya mitigasi karhutla di wilayah Sangatta.

Brigjen TNI Ateng Karsoma mengatakan tim yang ditugaskan ke Kutim berjumlah 12 orang dengan melibatkan personel lintas matra, termasuk dua personel dari Mabes TNI Angkatan Laut dan satu personel dari Mabes TNI Angkatan Udara serta siswa Sesko TNI.

“Kami melaksanakan perintah dari Panglima TNI untuk memberikan penyuluhan, melakukan belanja masalah, sekaligus mencari informasi terkait bagaimana mitigasi penanganan karhutla, khususnya di Sangatta, untuk waktu-waktu yang akan datang,” kata Ateng.

Ia menjelaskan tim akan berada di wilayah Sangatta selama 25 hari. Selama menjalankan tugas, tim akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutim dan BPBD untuk menentukan sejumlah lokasi yang menjadi sasaran peninjauan.

Menurut dia, sejumlah titik yang akan dikunjungi telah mendapatkan arahan dari Kepala BPBD Kutim. Tim selanjutnya akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi wilayah serta mengidentifikasi potensi kerawanan karhutla.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang lebih menyeluruh terkait kondisi karhutla di Sangatta, termasuk berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan maupun penanganannya.

Mitigasi karhutla, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga membutuhkan langkah antisipasi melalui pemetaan wilayah rawan, peningkatan koordinasi, edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait.

Audiensi dengan pemerintah daerah menjadi langkah awal bagi tim untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik wilayah dan kondisi kebencanaan di Kutim. Data tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam pelaksanaan kegiatan selama berada di Sangatta.

Selama 25 hari, tim akan melakukan pengumpulan informasi dan peninjauan sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Hasil kegiatan diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk memperkuat strategi mitigasi karhutla di masa mendatang.

Karhutla menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi, terutama ketika kondisi cuaca dan musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.

Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan, penanganan dan pemulihan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Kunjungan tim TNI dan siswa Sesko TNI tersebut diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus menghasilkan pemetaan persoalan di lapangan sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di Kabupaten Kutai Timur. (Adv/bt3_diskominfo)