Wabup Kutim Ingatkan Potensi Kemarau Panjang, Salat Istisqa Digelar

Berita3.net, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kalimantan Timur, menggelar Salat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Rabu (9/9/2026) pagi. Salat meminta hujan tersebut digelar di tengah kekhawatiran terhadap potensi kemarau panjang yang melanda wilayah Kutim.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, berdasarkan catatan historis, kemarau panjang pernah terjadi pada 1997 dan kembali berlangsung pada 2014-2015. Menurut dia, pola tersebut berpotensi kembali terjadi pada 2026.

“Kalau kita melihat siklusnya, berarti antara 14 sampai 15 tahun. Tahun 2007, kemarau panjang kita tidak melakukan istisqa sehingga kemaraunya tambah panjang. Tahun 2015 pemerintah juga tidak menginisiasi secara berjemaah, sehingga kemaraunya semakin panjang,” ujar Mahyunadi sebelum pelaksanaan Salat Istisqa.

Mahyunadi mengatakan, hujan gerimis yang sempat turun di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir belum dapat menjadi penanda bahwa musim kemarau telah berakhir.

Ia menduga hujan tersebut masih merupakan sisa dari musim sebelumnya. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan berlanjutnya kondisi kering.

Menurut Mahyunadi, pelaksanaan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan dan kemarau dapat berakhir.

Selain sebagai upaya spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Mahyunadi mengingatkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak membuat manusia terlepas dari ketergantungan kepada Allah SWT.

“Kita beristighfar kepada Allah atas dosa-dosa pribadi kita, atas kekhilafan kita sebagai masyarakat, dan bagi kami pemerintah agar diberikan amanah dalam pemerintahan,” katanya.

Ia menilai, pemerintah dan masyarakat tetap perlu mengimbangi berbagai upaya teknis menghadapi musim kering dengan ikhtiar spiritual.

Pemkab Kutim pun berkomitmen melanjutkan doa dan ikhtiar apabila hujan belum juga turun dalam waktu dekat.

“Kalau hujan belum turun, kita akan kembali melaksanakan Salat Istisqa secara berjemaah,” ujar Mahyunadi.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi kemarau tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak lebih luas terhadap kehidupan dan aktivitas masyarakat Kutim. (Adv/bt3_diskominfo)