Wisuda STIPER Kutim, Asisten Ilham Cholid Tekankan Peran Sarjana dalam Pembangunan Daerah

Berita3.net, SANGATTA – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur mengukuhkan 65 sarjana dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana XXI Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (7/10/2026).

Ketua STIPER Kutai Timur Fahmi membuka prosesi wisuda yang menjadi salah satu agenda penting dalam perjalanan akademik perguruan tinggi tersebut. Dari 65 lulusan, sebanyak tujuh orang berhasil meraih predikat cum laude, sedangkan 58 lulusan lainnya memperoleh predikat sangat memuaskan.

Wakil Ketua I Bidang Akademik STIPER Kutai Timur Kahar dalam laporan akademiknya menyampaikan sejumlah capaian mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Laporan tersebut mencakup jumlah lulusan, capaian indeks prestasi kumulatif (IPK), masa studi, hingga sebaran lulusan berdasarkan program studi.

Pada Wisuda Sarjana XXI, lulusan berasal dari lima program studi, yakni Agroteknologi, Kehutanan, Teknik Pertanian, Ilmu Kelautan, dan Peternakan. Selain itu, terdapat 18 lulusan dari konsentrasi Agribisnis pada Program Studi Agroteknologi.

Secara rinci, lulusan terdiri dari 20 mahasiswa Agroteknologi, tujuh mahasiswa Kehutanan, 13 mahasiswa Teknik Pertanian, empat mahasiswa Ilmu Kelautan, tiga mahasiswa Peternakan, serta 18 mahasiswa konsentrasi Agribisnis.

Dari tujuh lulusan yang meraih predikat cum laude, empat di antaranya berasal dari Program Studi Agroteknologi, satu dari Peternakan, dan dua dari konsentrasi Agribisnis. Capaian tersebut menunjukkan adanya prestasi akademik yang menonjol di antara para lulusan.

Secara keseluruhan, rata-rata IPK lulusan STIPER Kutai Timur mencapai 3,56. Program Studi Kehutanan mencatat rata-rata IPK 3,70, Agroteknologi 3,55, Teknik Pertanian 3,41, Ilmu Kelautan 3,44, Peternakan 3,83, dan konsentrasi Agribisnis 3,62.

Sementara itu, rata-rata masa studi seluruh lulusan mencapai empat tahun 11 bulan. Agroteknologi mencatat rata-rata masa studi empat tahun enam bulan, Kehutanan empat tahun delapan bulan, Teknik Pertanian lima tahun sembilan bulan, Ilmu Kelautan lima tahun tiga bulan, Peternakan lima tahun 11 bulan, serta konsentrasi Agribisnis empat tahun sembilan bulan.

Dalam laporan akademik tersebut juga disebutkan seluruh wisudawan telah menyelesaikan proses pendidikan dan tugas akhir sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku di STIPER Kutai Timur.

Penetapan lulusan terbaik dilakukan melalui evaluasi terhadap sejumlah indikator akademik, antara lain IPK, masa studi, dan capaian nilai mata kuliah. Evaluasi tersebut menjadi dasar penentuan lulusan terbaik pada masing-masing program studi dan konsentrasi hingga tingkat institusi.

Prosesi wisuda turut dihadiri Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pimpinan perangkat daerah, jajaran yayasan, pimpinan dan anggota Senat STIPER Kutai Timur, pimpinan perguruan tinggi, perusahaan mitra, dosen dan tenaga kependidikan, alumni, orang tua atau wali, serta para wisudawan dan wisudawati.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur diwakili Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Ilham Cholid yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur. Kehadiran pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

Wisuda XXI tidak hanya menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan bagi 65 mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum bagi STIPER Kutai Timur untuk terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai potensi daerah.

Para lulusan diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan ke dunia kerja maupun ke tengah masyarakat. Kompetensi di bidang pertanian, kehutanan, teknik pertanian, kelautan, peternakan, dan agribisnis dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan potensi daerah.

Dengan bekal akademik yang dimiliki, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana, tetapi dapat ikut melahirkan inovasi, membuka peluang usaha, serta berkontribusi terhadap pembangunan Kutai Timur yang berkelanjutan. (Adv/bt3_diskominfo)