MIN 2 Samarinda Studi Tiru Program Tahfidz ke MIN 1 Kutim, Dirangkai Pertandingan Persahabatan

Berita3.net, SANGATTA – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kutai Timur (Kutim) menerima kunjungan silaturahmi dari MIN 2 Samarinda. Kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru program Tahfidz yang dirangkai dengan pertandingan persahabatan. Penyambutan berlangsung di Kampus 2 MIN 1 Kutim, Jumat (29/8/2025).

Pada kesempatan tersebut, Kepala MIN 1 Kutim, Sirajuddin, menyampaikan selamat datang kepada rombongan MIN 2 Samarinda. Ia menjelaskan bahwa MIN 1 Kutim merupakan satu-satunya madrasah negeri di Kota Sangatta dengan jumlah siswa yang cukup besar.

Kepala MIN 1 Kutim Sirajuddin

“Saat ini jumlah siswa MIN 1 Kutim 1.193 orang yang terbagi dalam 39 rombongan belajar. Para siswa ini diasuh oleh 64 guru formal dan 26 guru ngaji yang mengajar secara bergantian sesuai jadwal yang telah disusun,” ungkap Sirajuddin.

Ia menjelaskan, salah satu program unggulan MIN 1 Kutim adalah kelas Tahfidz. Program ini terintegrasi dengan jam pembelajaran formal sehingga setiap hari anak-anak diwajibkan membaca Al-Qur’an. “Jam mengaji diatur mulai awal, tengah, hingga akhir pembelajaran, menyesuaikan jadwal guru ngaji yang sudah disusun,” tambahnya.

Penyambutan rombongan MIN 2 Samarinda

Program tahfidz di MIN 1 Kutim dijalankan sejak pukul 07.00 pagi hingga 09.30. Selama jam tersebut, siswa difokuskan untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan bimbingan khusus. Sirajuddin menekankan bahwa program ini disusun agar maksimal tanpa membebani siswa.

“MIN 1 Kutim berupaya merancang program Tahfizh dan Tahsin Al-Qur’an dengan target standar yang jelas, sehingga siswa bisa menjalani proses belajar dengan baik,” ujarnya.

Program tersebut terdiri dari dua model, yakni Tahfizh untuk kelas tahassus dan Tahsin untuk kelas reguler dari kelas 1 hingga kelas 6. Dengan metode ini, siswa diharapkan mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an sesuai standar, serta memiliki hafalan yang mutqin.

“Siswa-siswi yang sudah menyelesaikan hafalan Juz 30 akan melanjutkan ke Juz 1 dan seterusnya,” terang Sirajuddin.

Kepala MIN 1 Kutim dan MIN 2 Samarinda

Sementara itu, Kepala MIN 2 Samarinda, Tajuddin, mengungkapkan tujuan kunjungan pihaknya ke MIN 1 Kutim. “Kami ingin bersilaturahmi sekaligus studi tiru mengenai sistem tahfidz di MIN 1 Kutim. Kami tahu dari media sosial bahwa program ini sangat luar biasa, bahkan pernah mengantarkan siswa ke tingkat nasional,” katanya.

Pertandingan persahabatan

Tajuddin menyebutkan bahwa saat ini jumlah siswa MIN 2 Samarinda sebanyak 834 orang dengan 27 rombongan belajar, namun hanya tersedia 22 ruang kelas. “Kami memiliki 56 tenaga pendidik, tetapi belum ada guru khusus tahfidz. Yang ada hanya program literasi Al-Qur’an setiap Selasa hingga Kamis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tajuddin menuturkan bahwa rombongan yang ikut dalam kunjungan kali ini berjumlah 37 orang. Selain silaturahmi dan studi tiru, kegiatan juga dirangkai dengan pertandingan persahabatan di antaranya lomba voli, catur, tenis meja, dan bulu tangkis.

Foto bersama

“Kami berharap kunjungan ini memberi manfaat dan dapat menjadi awal kerjasama yang lebih erat dalam mengembangkan pendidikan tahfidz di madrasah masing-masing,” harapnya. (Asr_bt3)