oleh

Opini : Hukum, Kekuasaan dan Demokrasi.

Berita3.net, Sangatta – Para politisi negeri ini seringkali tidak memiliki pilihan yang objektif untuk membantu masyarakat memahami berbagai perubahan situasi politik yang selalu menghambat kecerdasan bangsa, sehingga masyarakat berhadapan pada situasi yang justru semakin memprihatinkan.

Kecenderungan politisi milenium tidak lagi membangun kesadaran masyarakat untuk berpikir objektif terhadap kemajuan negeri pada masa yang akan datang, tetapi mereka memiliki hobi untuk memperkaya dirinya sendiri. Proses yang telah berjalan untuk membuktikan sebuah perubahan terhadap kehidupan dan status sosial masyarakat yang selama ini digembar-gemborkan dapat mengubah berbagai isu sosial si kaya dan si miskin.

Paradigma baru tentang koalisi politik tidak lagi menjadi konsep politik yang UP TO DATE dimata masyarakat. Semua itu terbentuk karena besarnya kepentingan untuk menguasai berbagai lini kekuasaan. Tanpa disadari hal ini dapat menimbulkan pergeseran sikap dan perilaku masyarakat. Dan hal ini merupakan resiko lahirnya pola koalisi politik yang semu yang terjadi selama ini.

Bergabungnya kekuatan politik tidak pernah menjamin lahirnya sebuah stabilitas keamanan dan ekonomi masyarakat jika koalisi politik dilakukan hanya untuk kepentingan sesaat.

Konsep pemerintah model parlementer dapat dilakukan jika kesadaran para politisi BALANCE dengan aspirasi masyarakatnya. Apabila yang terjadi sebaliknya, maka peristiwa politik masalalu akan kembali terjadi walaupun dalam bentuk dan pola berbeda. Yang harus menjadi tujuan utama, yaitu bagaimana menciptakan stabilitas ekonomi jangka panjang. Jika hal ini dapat di lakukan maka stabilitas politik akan berjalan lebih baik. Begitupula dengan pola dan konsep pembelajaran politik pada masyarakat harus didahului dengan sikap dan perilaku serta etika yang dimiliki para politisi milenium.

Setiap calon ingin menjadi Bupati, maka perlu dijelaskan ke publik bahwa kerangka kerja politik pemerintah daerah (Bupati/Wakil Bupati bersama SKPD) dalam membangun daerah yang maju dan dapat mensejahterahkan masyarakat adalah tergantung kepada kemampuan kepala daerah memahami kedudukan daerah dengan potensi keunggulannya yang ada untuk dikelola dalam sistem pemerintahan terpadu. Pemda harus memahami potensi SDA yang dikelola sebagai sumber PAD, dalam hal itu butuh kemampuan menagemen kepemimpinan yang dilengkapi.

Sebuah konsep, brand politik, desain strategi, produk visi dan program kerja kepemimpinan daerah harus berkesinambungan dengan kesiapan SDM Kepala Daerah dan Birokrasi yang disempurnakan dengan niat mengabdi totalitas. Konsep visi dan program tidak hanya bertumpu dan bertengger pada gagasan kosong yang bermodus pembodohan publik dan tipu-tipu rakyat, oleh karena itu penting para calon melalui timsesnya menjelaskan bagaimana langkah political will dalam merealisasikan sejumlah program pembangunan yang ditetapkan dalam visi misinya untuk menjawab kebutuhan pembangunan, menjadi karya kepemimpinan sebagai penentu kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

………………………………..
Ashan Putra
Ketua Umum HMI Cabang Sangatta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA TERKINI