Berita3.net, SANGATTA -Proyek perbaikan dan penanganan jalan rusak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum mencapai hasil yang maksimal, menyebabkan harapan masyarakat untuk memiliki jalan yang mulus belum terpenuhi. Meskipun dijanjikan akan dimulai pada bulan Agustus mendatang, proyek multi years yang mencakup 18 kecamatan belum bergerak dalam proses pengerjaan fisiknya.
Wakil Ketua II DPRD Kutim, Arfan, mengungkapkan keprihatinan terkait beberapa kondisi jalan rusak di Kota Sangatta yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Ia menekankan perlunya respons cepat dari Pemerintah Kabupaten dalam menangani kondisi tersebut.
“Ya, tentu kita tunggu katanya bulan Agustus mulai star pengerjaannya,” katanya.
Jalan-jalan yang rusak, berdebu, dan bergelombang menyulitkan pengguna jalan untuk berlalu lintas dengan lancar dan aman. Perbaikan infrastruktur jalan seharusnya menjadi perhatian penuh dari pihak berwenang, tanpa harus menunggu masalah viral di media sosial sebagai pemicu tindakan.
“Pengerjaan jangan tunggu disoroti masyarakat dan media massa baru ada penanganan. Harus lebih responsif,” tuturnya.
Arfan menegaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai OPD terkait harus lebih proaktif dalam memantau dan memperbaiki jalan secara berkala demi menjamin kualitas dan keselamatan. Penanganan jalan yang rusak tidak boleh menunggu menjadi viral, melainkan harus menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan warga serta masyarakat setempat.
“Penanganan jangan menunggu menjadi viral terlebih dahulu baru bergerak. Tapi perbaikan jalan adalah keharusan sebab jalan merupakan infrastruktur vital yang berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat,” tandasnya.(adv/*/bt3)









