oleh

YULIANUS ANCAM TUTUP SMA 2 SANGATTA UTARA

Berita3.net. Sangatta. Aturan zonasi dalam penerimaan peserta Didik baru tahun akademik 2019/2020 untuk wilayah singa gembara rupanya tak berlaku, buktinya sekitar 20 siswa warga kampung tator yang masuk dalam administrasi desa singa gembara tidak diterima di SMA negeri 2 sangatta , atau yang biasa disingkat SMADA Sangatta Utara

Yulianus palangiran anggota DPRD Kutai Timur

Yulianus sebagai mantan kepala desa yang juga merupakan inisiator berdirinya sekolah tersebut, merasa kecewa dan mengancam untuk memimpin demo bahkan berniat untuk membakar sekolah tersebut jika tidak ada solusi yang diberikan pihak sekolah.

“Saya siap memimpin demo kalau perlu saya segel dan bahkan saya bakar sekolah tersebut jika warga kami tidak diterima masuk di sekolah itu” jelasnya,  masa warga dari luar diterima, sedangkan warga kami yang mendaftar sekitar 20 orang, rumahnya dekat dengan SMA 2 tidak diterima.” keluhnya.

Yulianus berencana menemui gubernur Kaltim untuk membahas permasalahan ini, apalagi di jaman pak Isran Noor jadi Bupati Kutim SMA 2 dibangun dan Yulianus ikut memberikan rekomendasi lokasi pembangunan karena saat itu Yulianus masih menjabat sebagai kepala desa singa ngmbara
“Saya akan menemui pak Isran untuk membahas persoalan ini karena di jaman beliau jadi Bupati proses pembangunan sekolah ini (SMA 2) dilakukan dan saya ikut bertanda tangan bahkan merekomendasikan lokasi pembangunannya di lokasi saat ini” terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA TERKINI