oleh

Dewan Kakao Nasional Indonesia Kunjungi Persiapan Pengelolaan Kakao di DKI

Berita3.net, Sangatta –Pemerintah Desa Karangan Ilir (DKI) terus berbenah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terbukti melalui BUMDES bisa melakukan kerja sama dengan PT. Berau Cocoa.

Manager PT. Berau Cocoa M. Khodim dan Ketua DKNI Soetanto bertemu langsung dengan kepala Desa Karangan Ilir, Jabir untuk meninjau persiapan pembangunan Rumah Permentasi dan pengeringan kakao di Desa Karangan Ilir, Kamis (22/8/2019).

Sebelumnya sudah 3 kali pertemuan ke 1 mereka bersama kepala Dinas Pertanian Provinsi, kemudian kami yang diajak ke Berau melihat langsung proses pementasi dan pegeringan disana dan membuat drap kerjasama dengan Bumdes DKI manis dan hari ini, PT.Berau cocoa beserta ketua Dewan Kakao Nasional Indonesia datang meninjau lokasi rencana rumah permentasi dan Potensi lahan di DKI yang luar biasa.

Peninjauan Proses Pengeringan Kakao
Lokasi Penanaman Kakao

Kepala Desa Karangan Ilir memaparkan lebih jauh terkait potensi-potensi dari pengelolaan tanaman kakao tersebut.

“Adanya kerjasama Bumdes dan PT. Berau cocoa/PT. Berau cool kita akan mencoba membeli buah basah dari petani yang kemudian akan kita permentasikan sehingga kualitas lebih terjaga dan menciptakan lapangan pekerjaan baru khususnya bagi ibu- ibu.” Jelas Jabir Kepala Desa Karangan Ilir

Lebih lanjut menjelaskan harapan yang ingin di capai dari pengelolaan Kakao tersebut.

“Yang terpnting dari itu petani akan efisien waktunya buat pengeringan biasa sehingga bisa fokus ke produksi dan tujuaan akhir bagaimana kita DKI Kutai Timur bisa seperti Berau yang saat ini go internasional dengan bahan baku yang dimiliki bermerek kakao berau sudah di konsumsi di jepang saat ini sampelnya ada dengan kami saat ini padahal kakao DKI Kutai Timur jauh lebih baik dari Berau dari segi kualitas dan kuantitas.”tutup Jabir.

Di ketahui, luas area tanaman kakao mencapai 126 ha, dan sudah produktif mencapai 100 ha yang di kelolah 7 kelompok tani dengan hasil produksi 2018 mencapai 100 ton, semntara itu capaian harga sekitar 30 Rb/kg.

Dalam waktu dekat, tepatnya bulan september akhir akan eksen pembagunannya dan tahun 2020 harapannya kami sudah punya hasil lebel kakao yg diproduksi di Jerman infonya. (As/Raj)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI